Sejumlah Elemen Kecam Cacian Gendo di Medsos

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE  – Sejumlah elemen dan tokoh masyarakat di Bali mengecam pemilik akun twitter Wayan Gendo #Bejo, Wayan “Gendo” Suardana yang bernada rasis dan mencaci-maki individu dan kelompok tertentu. Sikap pemilik akun yang juga Koordinator ForBali (Forum Masyarakat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa) tersebut dinilai tidak mencerminkan karakter, tata krama dan budaya orang Bali.

Demikian salah satu intisari rapat yang jadi pernyataan bersama elemen masyarakat di sekretariat Yayasan Bumi Bali Bagus (YBBB), Selasa (9/8) kemarin. “Rasis, caci maki orang, bukan karakter dan tata krama orang Bali. Walau mewakili pribadi, itu sangat menyimpang dari adat istiadat Bali yang mengedepankan konsep hidup manyamabraya. Dan tidak mewakili orang Bali. Leluhur mengajarkan kepada kita untuk saling menghargai, menghormati, dan saling tolong menolong. Itu yang terjadi selama ini dalam kehidupan sehari-hari orang Bali,” tegas I Gusti Ngurah Bagus Mudita, tokoh Puri Pemayun Kesiman dalam pertemuan itu.

Mudita yang juga Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) Bali ini mengingatkan, boleh berbeda pendapat, namun hendaknya menjaga tata krama dan etika dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan, sehingga tak menimbulkan permusuhan dan konflik antar-sesama apalagi antar-suku. “Marilah saling menjaga dan saling menghormati. Ini negara demokrasi, alam reformasi. Silahkan berbeda pendapat atau pandangan. Namun, etika dan tata krama berkomunikasi mesti dijaga agar tak menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujarnya mengingatkan.

Sementara itu, Ketua YBBB, Komang Gede Subudi menegaskan, sikap rasis dan caci maki orang, atau kelompok tertentu, adalah musuh bersama bangsa. Ia menambahkan, jangan menuduh orang tanpa bukti, apalagi mencaci maki orang yang belum tentu bersalah. “Orang Bali toleran kepada semua suku, agama dan ras. Mencaci maki orang atas nama pribadi sekalipun tidak boleh karena dalam dirinya melekat predikat orang Bali. Kalau itu sampai dilakukan, dia tak pantas disebut sebagai orang Bali karena karakter dan tradisi yang diwariskan para leluhur di Bali tidak begitu,” tandasnya sembari menjelaskan, menebar kebencian di media sosial (medsos) yang dilakukan oleh pemilik akun itu sangat merugikan citra masyarakat Bali yang menjunjung tinggi nilai-nilai manyamabraya.

Sejumlah elemen dan tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut dan mengecam ulah Gendo ini di antaranya Ketua Pekat Indonesia Bersatu Tabanan, IB Suardana, Anak Agung Wedana Priti tokoh Puri Klungkung, I Gde Wirtayasa tokoh masyarakat Banyuning, Lanang Sudira dari Gassos Bali, Rai Kencana tokoh masyarakat Kebon Kori. Juga ada I Gusti Putu Oka tokoh masyarakat Penatih, Anak Agung Gde Agung Aryawan tokoh pemuda Pemogan, Wayan Ranten tokoh masyarakat Tanjung Benoa dan perintis wisata bahari, IB Singarsa tokoh dari Kutri Gianyar, I Gusti Ngurah Bagus Mudita tokoh Puri Pemayun Kesiman, dan Ketua YBBB Komang Gde Subudi.

Sebagaimana diketahui, pemilik akun twitter Wayan GENDO S #BEJO, Wayan “Gendo” Suardana dikecam banyak pihak di medsos dalam beberapa pekan terakhir ini. Kecaman itu tidak hanya datang dari masyarakat Bali, juga dari berbagai daerah di tanah air. Semua itu dipicu pernyataan kebencian bernuansa SARA dan kasar terhadap etnis Batak.

Tulisan Gendo itu diduga diarahkan kepada anggota DPR dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu, yang dianggap dekat dengan Menteri Susi Pudjiastuti. “Ah muncul lagi akun2 bot asuhan pembina pos pemeras rakyat si napitufulus sok bela2 susi. tunjukin muka jelek mu nyet,” tulis Gendo. Kecaman terhadap tulisan bernada rasis itu bahkan menjadi trending topic di medsos, baik Facebook maupun Twitter. Hastag #walhipecatgendosara, #gendosara, dll ramai bermunculan di medsos. Beberapa portal berita online juga ramai memberitakan masalah tersebut. Tim PB

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!