Sejarah Baru! Dirjen Bimas Hindu Bentuk Lembaga Pendidikan Keagamaan Hindu

posbali.id
Dirjen Bimas Hindu Prof I Ketut Widnya, Ph.D memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi daerah dan Perguruan Tinggi sembari mensosialisasikan Lembaga Pendidikan Hindu yang telah terbentuk beberapa waktu lalu di Lampung.

DENPASAR,  POS BALI – Dikepemimpinan Prof I Ketut Widnya, Ph.D selaku Ditjen Bimas Hindu nampaknya berbagai terobosan pendidikan Hindu yang dilakukan untuk membenahi SDM umat di Indonesia.  Selain mendorong lahirnya PMA no 56 tahun 2014 tentang pendidikan pasraman formal.  Kini dikepemimpinan periode 2014-2019 tersebut Dirjen Bimas Hindu membentuk lembaga pendidikan Hindu.

“Dulu tidak ada lembaga pendidikan keagamaan Hindu sekarang sudah ada. Ini sebuah sejarah baru bagi umat Hindu Indonesia,  dimana sebelumnya umat Hindu tidak memiliki lembaga pendidikan, dan sekarang memiliki lembaga tersebut, “kata Widnya dalam sambungan telponnya,  Kamis ( 8/2) kepada POS BALI di Denpasar memberikan kabar baik tersebut.

Sebelumnya kata Widnya, lembaga pendidikan Hindu selama ini masih kosong.  Yang ada hanyalah  lembaga pendidikan tinggi keagamaan Hindu yang dibina Dirjen Bimas Hindu. Kelahiran PMA empat tahun silam menjadi alasan kuat pembentukan lembaga pendidikan keagamaan. Apalagi mandat aturan tersebut,  umat Hindu kini bisa mendirikan pasraman formal yang setingkat dengan PAUD,  SD,  SMP, dan SMA.

“Payung hukumnya sudah ada.  Karena itu kita minta kepada Pembimas Hindu di seluruh Indonesia harus  aktif mendaftarkan pendidikan pasraman ke Dirjen Bimas Hindu,”katanya.

Mantan Ketua STAHN Gde Pudja Mataram ini menilai lembaga pendidikan keagamaan  bagi umat Hindu kedepan sangat penting dan strategis. Lembaga tersebut nantinyabaka secara maksimal memperjuangkan berbagai kebijakan strategis untuk pengembangan pasraman formal untuk menunjang eksistensi SDM Hindu.

Sebagai pemimpin perubahan,  kata Widnya inilah proyek perubahan yang akan digarap terus oleh Dirjen Bimas Hindu, sekaligus menjadi warisan kepada umat Hindu di Indonesia.

Disamping itu pendidikan pasraman akan menjadi tantangan terbesar dan terberat di jajaran Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama.

“Pendidikan pasraman akan menjadi prioritas utama dalam pembangunan fungsi pendidikan keagamaan hindu mulai tahun 2019,”tegasnya sembari mengatakan hal tersebut juga sudah disosialisasikan dalam  rapat koirdinasi pusat dan daerah serta perguruan tinggi agama Hindu se Indonesia beberapa waktu lalu di Lampung. 008

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *