Sejak tahun 2014 hingga 2016

posbali.id

Wisatawan Asia Jadi Primadona Kunjungan ke Uluwatu 

 

Gede Adi Yuliantara

SEJAK tahun 2014 hingga tahun 2016 ini, wisatawan Asia ternyata menjadi primadona atau top rating wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kawasan luar Pura Luwur Uluwatu.

Dari total kunjungan wisatawan di Uluwatu 70 persennya berasal dari wisatawan asing dan 30 persen sisanya wisatawan Nusantara. “Sejak berdiri tahun 2014, target kunjungan wisatawan kita selalu melampaui target dan terus meningkat. Tahun 2014 ada 1.126 ribu wisatawan yang berkunjung, tahun 2015 meningkat menjadi 1,5 juta wisatawan dan untuk tahun 2016 ini kita target 1,7 juta wisatawan ke Uluwatu,” terang Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Luwur Uluwatu, Nyoman Wijana, belum lama ini.

Sampai bulan Agustus tahun ini, kunjungan wisatawan hampir menembus angka 700 ribuan. Hal tersebut diyakininya akan terus meningkat, mengingat ada lima daya tarik wisata yang ada di Uluwatu, yaitu tari kecak di stage, tebing dan pura, sunset, kera, patung kumba karna kerebut. Saat ini populasi kera di Uluwatu mencapai 300 ekor, dan berkembang terus.

Bahkan, pihaknya berupaya membatasi populasi kera tersebut agar tak berebut dan tersisihkan karena saking banyaknya, sehingga menjadi liar karena kompetisi yang tidak sehat di lingkungannya. “Kita siasati mereka dengan adakan vasektomi dan sanitasi yang bagus. Uluwatu ini bisa dibilang banyak melahirkan penelitian dari wisatawan yang sudah berhasil,” papar Wijana.

Sektor keamanan dan kenyamanan wisatawan , kata dia, menjadi salah satu hal yang fokus diperhatikan pihaknya. Bahkan pihaknya terus menerus meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki, sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung. Meningkatkan kualitas sarana prasarana informasi, akses masuk, akses tracking Alas Kekeran, peningkatan fasilitas toilet, serta memaksimalkan peningkatan teknologi, seperti penggunaan CCTV di kawasan Uluwatu. “Kami akan ditambah lagi beberapa titik pemasangan CCTV demi kenyamanan dan keamanan wisatawan. Saat ini ada delapan titik CCTV yang dipasang di Uluwatu. Ke depan akan ditambah menjadi 15 titik. Itu kami pasang secara swadaya,” ujar Wijana.

Sementara pemasangan CCTV di Pantai Padang-Padang dan Labuan Said tahun ini,  diterangkannya, juga diagendakan pengadaannya. Sedangkan jalur umum pemerintah desa juga sudah mengagendakan CCTV centralize, yang tinggal menunggu pelaksaaan pemasangannya saja. “Dengan segala peningkatan yang kami lakukan, saya optimis target peningkatan kunjungan akan tercapai. Tapi dengan syarat stabilitas keamanan dan kenyamanan di Bali tetap terjaga. Karena itulah, kami terus harapkan dukungan Pemda dan kepolisian, utamanya dalam mengatasi kemacetan di beberapa titik yang menuju ke kawasan obyek wisata Kuta selatan,” beber Wijana.

Untuk level pengamanan di kawasan Uluwatu, dia menilai hal tersebut tidak usah diragukan lagi. Pihaknya mengaku sudah bekerjasama dengan Polda Bali, dalam penempatan personel Brimob yang berjaga dari pagi hingga sore hari di Uluwatu. Sementara untuk malam harinya, security internal dan pecalang serta dibantu patroli Linmas Desa selalu stand by berjaga berdasarkan kawasan penugasannya. Pecalang terkonsentrasi menjaga kawasan Pura, security kawasan dalam dan patroli Linmas berkeliling setiap harinya. “Dengan upaya yang kami lakukan, kami harap ini bisa meningkatkan sektor keamanan dan mencegah hal negatif yang masuk kemari (Uluwatu, red),” imbuhnya.

Sementara Asisten Manajer dan Personalia Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Luwur Uluwatu, Wayan Mosin Arjana menerangkan, sejak Maret 2016 ini ada kenaikan tiket atau retribusi sebesar 50 persen dari tarif awal. “Kalau dulu tiket masuk untuk wisatawan mancanegara dewasa Rp 15 ribu dan Rp 10 ribu untuk anak-anak, sedangkan wisatawan nusantara Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Tapi kini untuk wisatawan mancanegara dikenakan Rp 30 ribu untuk dewasa dan Rp 20 ribu untuk anak-anak, sedangkan untuk wisatawan nusantara kini dikenakan Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak,” sebut Mosin Arjana.

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!