Sebagian Besar Parpol tak Hadiri Deklarasi Pemilu Damai di Polres Lobar

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Terciptanya pemilu damai mungkin harapan semua orang. Polres Lobar pun merasa memiliki kewajiban untuk menciptakan pemilu yang aman, salah satunya menggelar deklarasi damai di halaman Polres setempat Kamis  (11/10). Namun sayang, dari 16 Parpol peserta pemilu, hanya ada sekitar 5 pengurus partai politik yang hadir.

 

Ke lima partai politik yang hadir memenuhi undangan deklarasi damai itu antara lain PDI Perjuangan, PBB, Partai Golkar, Partai Garuda dan Partai Beringin Karya. Padahal, pihak Polres Lobar sudah melayangkan surat undangan sejak beberapa hari lalu dengan harapan deklarasi pemilu damai itu bisa dihadiri seluruh pengurus parpol peserta pemilu.

 

Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi yang dikonfirmasi terkait ketidakhadiran sebagian besar pengurus parpol mengatakan pihaknya tetap berpositif thinking. Menurut dia, pelaksanaan deklarasi pemilu damai di Polres Lobar sudah berjalan dengan lancer yang sebelumnya diawali dengan olah raga bersama. “Kita positif thinking saja, yang jelas undangan sudah kami sebarkan,” katanya.

 

Pun dalam sambutannya, Kapolres Lobar mengatakan bahwa digelarnya deklarasi pemilu damai itu sebagai ajang silahturahmi bagi seluruh komponen. Kepolisian, kata dia, sebagai penanggung jawab keamanan pun berinisiatif melaksanakan kegiatan itu. “Harapan pertemuan ini akan menjadi kesepakatan kita bersama dengan seluruh elemen masyarakat Lobar. Dan sedapatnya kegiatan ini kita laksanakan setiap bulannya. Kami juga memerintahkan seluruh jajaran Polsek untuk melaksanakan kegiatan serupa ditingkat kecamatan agar suhu politik tetap tenang, adem, teduh dan damai,” paparnya.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolres Lobar itu pun menekankan bahwa seluruh masyarakat dan partai politik tidak boleh meragukan netralitas jajaran TNI-Polri. “TNI-Polri diharuskan menjaga netralitas. Jangan ragukan netralitas kami demi terciptanya kenyamanan dan kedamaian, tanpa adanya hoax, money politik dan lainnya,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 sendiri saat ini sudah memasuki masa kampanye yang akan berlangsung selama 203 hari atau 7 bulan terhitung mulai tanggal 23 September 2018 – 23 April 2019. “Jangan jadikan janji di deklarasi ini sebagai lipstick atau pemanis saja. Mari apresiasikan di kehidupan. Kami sudah sosialisasikan mengenai peraturan kampanye, jika terjadi pelanggaran akan kami tindak,” tegasnya singkat.

 

Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Lobar, Abrar. Dalam pelaksanaan pemilu, Bawaslu memprioritas penanganan cepat terhadap pelanggaran politik uang dan penyebaran berita bohong atau hoax. Pihaknya pun, kata dia, berencana akan berkunjung ke sejumlah Parpol dan berencana mengumpulkan para Caleg dengan maksud memberikan pengarahan juga akan dilakukan. “Kita punya niatan akan mengumpulkan seluruh caleg. Tujuannya untuk mengambil kesepakatan bersama agar pemilu kali ini berintegritas, berjalan dengan aman dan damai serta nihil pelanggaran,” singkatnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC Lobar H. Sardian mengatakan, pelaksanaan deklarasi pemilu damai yang digagas Polres Lobar sangatlah positif. Hendaknya, seluruh partai politik memberi apresiasi atas apa yang dilakukan pihak kepolisian. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menyatukan persepsi bahwa Pemilu tidak perlu dilaksanakan dengan hal-hal yang buruk dan melanggar peraturan, akan tetapi merupakan keinginan kita bersama agar Pemilu bisa berjalan aman dan damai,” tutupnya kemudian. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

3 tanggapan untuk “Sebagian Besar Parpol tak Hadiri Deklarasi Pemilu Damai di Polres Lobar

  • 11/11/2018 pada 3:46 AM
    Permalink

    Real Sociedad forward Carlos Vela has refused to rule out a return to former side Arsenal, who can re-sign him for £3.3m. And what’s more, the 25-year-old also revealed that others are interested, though they would have to pay his release clause, which is close to £25m. Carlos Vela hints he could return to Arsenal due to £3.3m re-sign clause… but leaves the door open for others to take him for £25m!

    Balas
  • 24/11/2018 pada 10:02 PM
    Permalink

    Chelsea players are accused of ‘acting like bouncers’ as they swarmed to referee Mark Clattenburg’s room. It is claimed that Clattenburg was threatened with having ‘his legs f*****g broken,’. Police launch probe into ref race storm… but did a Chelsea player threaten to ‘break the legs’ of Clattenburg during showdown?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!