Satu tower smart city terpaksa dibongkar, terbukti melalaikan prosedur yang berlaku

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Tiang Tower Bersama Grup yang berdiri dikawasan pintu masuk utama ITDC akhirnya dibongkar pemiliknya, setelah adanya protes yang dilayangkan pihak ITDC selaku pengelola wilayah. Pembongkaran itu diketahui dilakukan pada Minggu (2/12) lalu, usai pertemuan dengan Diskominfo Badung yang dilaksanakan pada tanggal 21 Nopember 2018 lalu.

 

Kepala Divisi Operasional The Nusa Dua ITDC, Made Pariwijaya menerangkan, selama ini pembangunan tiang tersebut tanpa mengindahkan prosedur yang berlaku. Baik melalui sosialisasi, tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tanpa mencari penyanding, dan tanpa pemberitahuan kepada pemilik lahan. Karena itulah pihaknya meminta agar tower itu dibongkar atau dipindah ke tempat lain, sesuai prosedur dan ketentuan berlaku. Jika itu terkait program smart city, tentunya instansi terkait dinilainya harusnya bisa mengawali komunikasi dengan pihak ITDC. Bukan malah melepas PT TBG, untuk melakukan komunikasi langsung dengan ITDC. Apalagi ITDC diakuinya sangat mendukung program Smart City yang merupakan program dari Bupati Giri Prasta. “Jika ada komunikasi dari awal, tentu kami akan menyarankan agar fasilitas pendukung smart city yang berupa CCTV itu dipasang pada tiang-tiang eksisting. Sehingga Pemerintah Kabupaten Badung tidak perlu lagi membangun tiang untuk kebutuhan tersebut,”terang Pariwijaya dikonfirmasi Kamis (6/12).

 

Pihaknya menduga, jika dilihat dari karakteristiknya, tiang tersebut biasanya untuk penguat signal yang bisa dipasangi antena provider-provider lain. Kendati pihak TGB mengaku tower itu untuk memasang CCTV dan Wifi, hal itu dirasa sangat mencurigakan karena lokasinya dinilai sangat tidak ideal jika dilihat dari faktor keselamatan pengguna wifi nantinya.

 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara tidak menampik bahwa pihak TGB memang melalaikan prosedur yang berlaku. Kendati tiang tersebut dirancang sebagai bagian dari program smart city Pemerintah Kabupaten Badung, namun ia menilai prosedur tetaplah harus dijalankan dengan baik. “Yang punya tanah harus diberitahu dan lingkungan sekitar harus juga diberikan sosialisasi. Kedepan saya harap kejadian ini tidak terulang kembali,”imbau Surya Negara.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Diskominfo Badung, Wayan Weda Dharmaja tidak menampik kabar tersebut. Dimana tiang tersebut berfungsi untuk menempatkan CCTV dan PJU (Penerangan Jalan Umum). Pihaknya mengaku sudah menyampaikan kepada pihak TGB, bahwa sebelum membangun, pihak TGB harus berkoordinasi dengan pemilik lahan, kelurahan, ataupun kecamatan. Sehingga mengenai koordinasi dan izin pemanfaatan lokasi, sepenuhnya menjadi kewajiban dari  TGB selaku pihak kedua. “Jadi tiang itu masih bisa dipindah ke lokasi lain dalam radius tertentu. Jika suatu saat tiang bersangkutan dibutuhkan untuk penempatan pemancar, tentu itu bisa dipergunakan. Tapi tetap harus mengikuti aturan dan prosedur perizinan,”jelasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!