Satgas Antinarkoba

posbali.id

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat meminta pemerintah kabupaten dan kota di wilayah itu untuk membentuk RT/RW serta satuan tugas (satgas) antinarkoba sehingga daerah itu bebas dari penyalahgunaan barang haram tersebut. Kepala BNNP Sumbar, Mohammad Ali Azhar di Padang, Sabtu (6/8) lalu mengharapkan nantinya RT/ RW tersebut akan berlomba untuk lebih aktif memberantas narkotika. Ia menambahkan, RT/RW dan satgas tersebut berkewajiban untuk melapor kepada pihak berwajib apabila di daerahnya diketahui ada pengedar atau transaksi narkoba.

Permintaan BNNP Sumatera Barat itu tampaknya sangat bagus diterapkan di daerah lain, terutama di daerah-daerah rawan narkoba. Di Bali, misalnya, jika memang sangat dibutuhkan, perlu  pula membentuk banjar serta satgas antinarkoba. Selain itu, satgassatgas yang lain, jika memang dibutuhkan, tak ada salahnya dibentuk. Satgas-satgas itu misalnya, satgas anti teroris, satgas anti pelecehan seksual, satgas anti kekerasan, dan bahkan jika perlu kita membentuk satgas anti kemiskinan dan kebodohan.

Dibentuknya satgas-satgas itu tentu memiliki banyak manfaat.  Misalnya, pertama, membantu aparat keamanan dan atau pemerintah yang berkompeten tentang keamanan dan ketertiban masyarakat. Kedua, mengingatkan masyarakat, bahwa sesungguhnya masalah keamanan atau masalah-masalah sosial lainnya adalah tanggung jawab kita bersama. Ketiga, menekan atau mencegah kriminalitas.

Satgas itu bisa saja berada di bawah komando kelian atau aparat desa lainnya.  Mingkin satu banjar atau desa bisa dibentuk satu satgas atau lebih, sesuai dengan kebutuhan.  Tapi, khusus untuk satgas keamanan rupanya sudah ada yakni para pecalang. Tinggal mereka diberi pelatihan dalam beberapa hal agar mereka bisa menjalankan fungsinya secara maksimal. Akan tetapi bagaimana untuk menangani masalah lain? Misalnya soal sampah, kemiskinan dan masalah pendidikan.

Fenomena yang ada, beberapa masalah itu sering terungkap setelah media meliputnya. Baru-baru ini, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ketika bersembahyang di Belimbing Anyar, Kecamatan Pupuan, menemukan anak yatim-piatu yang perlu dibantu biaya pendidikannya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika acapkali memberikan bantuan kepada warga yang sakit atau miskin, setelah media massa membuat laporan. Ini artinya, hal-hal seperti itu, tidak pernah dilaporkan oleh aparat desa/banjar. Mengingat hal itu, maka kehadiran satgas ini rupanya akan sangat bermanfaat. (*) 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *