SAR Denpasar hadapi 2 ujian kecelakaan pelayaran di Pelabuhan Benoa

posbali.id
DENPASAR, POS BALI – Kesigapan petugas Pencarian dan Pertolongan Denpasar benar-benar diuji, Senin (22/10). Dimana 2 kejadian kecelakaan laut harus dihadapi dalam kurun waktu yang relatif berdekatan, dengan lokasi yang juga tak jauh antara titik satu dan lainnya. Kondisi semakin kritis karena dalam kejadian tersebut, diketahui menyebabkan beberapa orang penumpang mengalami luka-luka akibat 2 insiden terkait. Sehingga upaya penyelamatan yang tepat dan efektid sangat diperlukan, mengingat lokasi kejadian tersebut berada di kawasan perairan.

 

Kejadian pertama yang dihadapi petugas SAR Denpasar adalah terkait terombang-ambingnya sebuah fast boat dengan nama Bunga Lestari di perairan Pelabuhan Benoa. Dari laporan yang diterima petugas Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 09.30 Wita, kapal yang membawa 10 orang penumpang tersebut diketahui mengalami mati mesin saat hendak bertolak dari Pelabuhan Benoa menuju Nusa Lembongan. Suasana semakin dramatis, karena didalam kapal tersebut diketahui 1 orang penumpang tidak sadarkan diri, 1 orang alami cidera kepala, dan 1 orang hipotermia, sementara 7 orang lainnya dalam keadaan baik.

 

Menghadapi kondisi kritis tersebut, Kepala Kantor SAR Denpasar memutuskan untuk mengerahkan Heli BO HR 1524 dari Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai. Dimana dalam pesawat tersebut berisikan para rescuer SAR, dimana teknik yang dipakai untuk mengevakuasi korban adalah teknik free jump. Selain pergerakan Heli BO HR 1524, juga dilakukan pengerahan personil dengan menggunakan  Rigit Inflatable Boat (RIB), rubber boat, Jetski, rescue truck dan truck personil.

 

Para korban yang tidak sadarkan diri kemudian segera dibawa ke darat menggunakan jetski dan langsung ditangani tim medis, selanjutnya korban dirujuk ke RS Sanglah dengan ambulance PMI Kota Denpasar. Sementara Korban lainnya yang alami cidera kepala, berhasil dievakuasi dan dibawa ke darat dengan menggunakan rubber boat. Dimaba ambulance KKP sudah siap untuk membawa korban menuju RS Sanglah. Begitu pula dengan korban selamat lainnya, dievakuasi menggunakan RIB.

 

Sementara kejadian kedua, diketahui juga terjadi tidak jauh dari lokasi operasi SAR pertama. Dimana pihak SAR juga menerima laporan tentang kapal nelayan yang terbakar. Dalam insiden tersebut diketahui 1 orang korban mengalami luka bakar di bagian tangan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Kantor SAR Denpasar segera mengerahkan KN SAR Arjuna 229, untuk menuju lokasi terbakarnya kapal. Korban luka berhasil dievakuasi sementara kapal SAR berusaha memadamkan api dengan water canon.

 

Begitulah garis besar dari skenario latihan SAR yang dilaksanakan Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Senin (21/10) di pelabuhan Benoa. Dimana dalam latihan SAR teknik pertolongan di air (water rescue), tersebut melibatkan potensi SAR, baik dari TNI AL, Polair, Sabhara, BPBD, Dunsos, KPLP, KKP, KSOP, Damkar, Pelindo 3, Bekangdam, dan PMI. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 10.10 Wita tersebut merupakan latihan SAR dalam upaya menangani kecelakaan pelayaran.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana usai acara mengaku  mengapresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam latihan SAR, baik dari para rescuer maupun personil dari instansi lainnya. Ia menilai pergerakan tim SAR gabungan sudah sesuai dengan rencana dan hasilnya luar biasa, dimana semua bisa memahami tugasnya dalam melakukan atau menangani pertolongan di perairan,

 

Dalan kegiatan tersebut, ia juga menekankan beberapa hal yang perlu dicatat. Dimana melalui latihan tersebut, telah diuji kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat dengan perhitungan waktu  respon time dengan target 15 menit. Walaupun secara prosedur standard waktunya 30 menit sejak laporan kejadian diterima, namun dengan berjalannya latihan water rescue ini terlihat kemampuan sumberdaya personil Basarnas ataupun potensi SAR telah teruji untuk kerjasama dan koordinasinya. “Koordinasi dari masing-masing potensi atau stakeholder berjalan baik, terbukti dengan kehadiran dari pimpinan hingga anggota untuk terlibat dalam giat kali ini, dan koordinasi inilah yang harus kita pegang,”terang Ardana.

 

Ia juga menilai bahwa dari hasil latihan ini kesiapan secara keseluruhan sudah baik, kondisi diciptakan sedemikian rupa agar mendekati kondisi sesungguhnya ketika operasi SAR. Dimana Tim SAR gabungan sudah memahami, bagaimana dia bekerja sama di lapangan, pembagian tugas-tugas jelas. Dengan demikian melalui kegiatan rutin latihan SAR diharapkan nantinya ketika penanganan kejadian serupa, hal itu bisa menghasilkan yang baik dan menekan jumlah korban jiwa. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!