Salah satu Drainase di Basangkasa Diusulkan Menjadi Jalan Gang Lingkungan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Sebagai kawasan yang dipadati wisatawan, dengan luas wilayah yang relatif terbatas. Tidak dipungkiri wilayah Seminyak memerlukan jalan alternatif baru pengurai kemacetan. Salah satu cara yang coba ditempuh masyarakat Seminyak untuk mendapatkan jalan alternatif baru, yaitu dengan mengusulkan peningkatan, pemavingan dan penutupan drainase dengan box chulved di Gang Bunut Lingkungan Basangkasa. Hal tersebut menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musrenbang kelurahan Seminyak tahun 2020, Kamis (30/1).

 

Lurah Seminyak, Kadek Oka Parmadi dikonfirmasi Kamis (31/1) menerangkan, permasalahan yang terjadi di Seminyak adalah kemacetan luar biasa pada jam tertentu. Utamanya di jalan kayu Aya yang berlaku dua arah, namun memiliki badan jalan yang relatif sempit. Untuk itulah warga mengusulkan agar drainase di gang bunut ditutup dan dijadikan jalan gang, sehingga itu menjadi salah satu jalan alternatif. Namun sebelum itu dijadikan jalan, kondisi drainase harus dinormalisasi dan dioptimalkan dahulu. “Lokasi ini susah di cek oleh PU dan masyarakat. Ini merupakan usulan masyarakat yang sudah dirapatkan di desa adat, bahkan sudah 3 paruman,”ujar Parmadi.

 

Dengan ditutupnya drainase yang notabene merupakan tadah hujan tersebut, maka gang tersebut akan menyerupai pelebaran jalan di Imam bonjol dengan skala yang lebih kecil. Jika nanti gang tersebut jadi, maka jalan itu akan menghubungkan ruas jalan Basangkasa sampai Kayu Aya. Dimana badan jalan yang didapat selebar 2 meter, dengan panjang sekitar 100 meter. “Jadi ini hanya untuk jalan lingkungan atau jalan alternatif, yang bisa melalui hanya sepeda motor dan pejalan kaki,”tegasnya.

 

Jika harapan tersebut terealisasi, pihaknya yakin bahwa jalan tersebut akan sangat efektif mengurai kemacetan. Walaupun jalan tersebut relatif pendek dan kecil, tapi efektifitas jalan tersebut dinilai sangat luar biasa peranannya. Dibandingkan tidak ada jalan alternatif sama sekali, yang membuat lalulintas krodit.

 

Menariknya dari pantauan di lapangan, drainase tersebut ternyata hampir tak terlihat dari pinggir jalan. Padahal drainase tersebut lokasinya crossing di badan jalan. Hal tersebut dikarenakan, drainase tersebut telah ditutup sebuah bangunan semi permanen. Bangunan tersebut menjual perlengkapan seperti kerai dan souvenir lainnya. “Bangunan itu sudah dikomunikasikan, yang bersangkutan katanya mau membobgkar bangunan itu untuk menjadi jalan. Tapi untuk lebih jelasnya silahkan tanya pak kaling basangkasa ya, beliau yang lebih tahu,”inbuhnya sembari tidak memungkiri bangunan tersebut sebenarnya melanggar aturan, karena menutup drainase demi keuntungan pribadi.

 

Dikonfirmasi terpisah Kaling Basangkasa, Nangah Mardawa tidak menampik keberadaan bangunan toko yang berada diatas drianase tersebut. Bangunan itu didirikan dengan menutup drainase sungai, sehingga sungai itu tidak terlihat dari jalanan. “Pemilik lahan itu merupakan warga kerobokan yang memiliki lahan di Seminyak. Sebenarnya ia memiliki lahan di sebelah kanan dan kiri sungai, tapi itu dilebarkan dengan menutup drainase,”ujar Mardawa.

 

Namun setelah dirapatkan di banjar dan dilakukan pendekatan, akhirnya pemilik lahan menyetujui bangunan tersebut dibongkar untuk dibuatkan jalan. Sebenarnya bangunan itu sudah sejak 2 tahun mau dibongkar masyarakat, namun pihaknya memilih melakukan pendekatan secara persuasif dahulu, sebab bangunan itu juga kondisinya melanggar. Karena pemilik lahan sudah bersedia membongkar bangunanya, maka ia akan segera membuatkan nota kesepakatan sesuai berita acara terkait. “Jadi itu nanti tinggal ditandatangani pemilik lahan. Jika jalan itu jadi, lebar total jalan itu 3,4 meter. Itu dihitung got dan telajakannya. Pak Camat juga meminta agar itu menjadi usulan prioritaskan, bersamaan pemeliharaan got,”pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!