Saat Panen Malah Rugi, Ini Jurus Mantra-Kerta Sejahterakan Petani di Bangli

posbali.id

BANGLI, POS BALI.ID- Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) menggelar kampanye dialogis di sejumlah lokasi di kabupaten Bangli, Kamis (5/4/2018).

Di sana, Rai Mantra dan Sudikerta melakukan kampanye di tempat berbeda. Rai Mantra blusukan di Pasar Taksu, Pasar Kedisan, Pasar Seni Geopark, dan mengunjugi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Desa Pengotan dan Kayuambua. Adapun Sudikerta mengunjungi pedagang di Pasar Singhamandawa dan Pasar Kintamani.

Di sela-sela blusukan tersebut, Rai Mantra mengungkapkan masalah mendasar yang membuat surutnya minat anak muda untuk menggeluti industri pertanian, yakni kerap diguncang stabilitas harga yang merugikan petani. Di saat panen harga jatuh sehingga petani menjadi rugi bahkan terjerat hutang.

Rai Mantra mengatakan, jika masalah ini terus terjadi, maka pertanian di Bali akan ditinggalkan oleh anak muda. Bergelut di bidang pertanian menjadi pilihan terakhir mereka.

Menurut dia, Untuk mengatasi hal itu perlu terobosan cerdas yang realistis dan aplikatif. Persoalan itu harus diatasi secara terpadu dan berkesinambungan.

Yang harus dilakukan adalah memberdayakan petaninya agar produktivitas mereka unggul dan kemampuan manajemennya pun baik. Untuk menopang itu, dari sisi modal produksi, selain memberi pelatihan mengenai industri pertanian, pemerintah juga perlu memberi subsidi pupuk dan keringanan pajak bagi sawah-sawah produktif.

“Dengan cara ini, para petani akan menjadi lebih berdaya dan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi,” kata Rai Mantra.

Namun langkah itu belum cukup. Untuk menghindari spekulasi harga di saat produksi berlimpah, petani perlu dibekali dengan pengetahuan teknologi pascapanen. Sehingga jika komoditi tertentu tidak laku akibat permainan para spekulan, petani dapat mengolahnya menjadi produk ikutan yang nilai ekonomisnya tak kalah tingginya.

“Bahkan sisa-sisa produknya pun dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan yang mendatangkan keuntungan ekonomis,”kata putra Prof. IB Mantra yang dikenal sebagai peletak dasar LPD di Bali itu.

Tak hanya itu, lanjut Rai Mantra, karena Bali dikenal sebagai daerah wisata, Rai Mantra juga menawarkan gagasan membangun pasar komoditi pertanian yang bergandengan dengan pasar seni. Kombinasi tersebut akan menjadi obyek wisata alternatif, di mana wistawan dapat menikmati suasana pasar tradisional yang nuansanya berbeda dengan pasar-pasar yang ada selama ini.

Langkah lainnya, menurut dia, membuat regulasi yang mewajibkan hotel dan restoran membeli buah, sayuran, dan komoditas pertanian lainnya yang dihasilkan oleh petani lokal. “Semua itu terangkum program “Simantri + PasTI” yang terbuat dalam Nawacandra#4,” tegas Rai Mantra.

Adapun Cawagub Sudikerta, saat blusukan di Pasar Singhamandawa dan Pasar Kintamani, mengaku prihatin melihat situasi pasar yang rusak dan kumuh. “Pasar terkesan seperti pemukiman kumuh. Ke depannya kami akan jalankan renovasi dan revitalisasi agar pasar ini tertata dengan rapi dan sesuai dengan fungsinya,” kata Sudikerta.(*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!