Rusak Lingkungan, Penambangan Batu Padas di Sungai Sangsang Dibuka

posbali.id

BANGLI, POS BALI – Penggalian batu padas di sekitar Sungai Sangsang, tepatnya di perbatasan wilayah Lingkungan Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli dan Banjar Buungan Desa Tiga, Kecamatan Susut sudah ditutup karena dituding telah merusak lingkungan. Para penggali pun diinstruksikan untuk menghentikan aktivitas penggalian tersebut.

Setelah sempat tutup, namun ternyata kini aktivitas penggalian batu padas itu kembali dilakukan. Terbukti saat POS BALI menyambangi lokasi galian batu padas di Sungai Sangsang, terlihat ada tiga orang menggali batu padas yang berada  lokasi dan satu orang wanita untuk mengangkut hasilnya sampai di pinggir jalan raya. Sepertinya ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal itu, sehingga penambang semakin memperluas wilayah penambangan ke arah hilir sungai (ke selatan). Lingkungan hancur akibat penggalian dimaksud secara cepat dengan menggunakan mesin.

Seorang petugas penambang asal Banyuwangi, Jatim, Sutris ketika ditemui di lokasi penambangan, di Sungai  Sangsang, Desa Tiga, Senin (9/4), mengatakan dirinya hanya sebagai pekerja, bukan pemilik usaha itu. “Kami hanya sebagai pekerja, bos saya di Buungan,” ujar Sutris. Ia mengaku dalam sehari bisa menghasilkan sekitar 100 buah balok batu padas dengan ukuran tertentu.

Ditanya adakah larangan dari petugas untuk penggalian itu kepadanya? Dengan sigap dia langsung menjawab kalau penggalian itu sudah mengantongi izin. “Ini sudah ada izinnya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan POS BALI, penggalian tersebut rata-rata dengan ketebalan ke samping sekitar 3 meter, dengan ketinggian sekitar 8 meter. Beberapa pohon besar sampai tumbang akibat penggalian itu. Sedangkan panjangnya dari hulu ke hilir sudah sangat sulit dihitung.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pol PP Bangli, Dewa Agung Surya Darma, ketika dikonfirmasi soal penambangan yang berbuah kerusakan lingkungan itu, Senin (9/4) dia mengatakan bahwa untuk hal itu sudah pernah ditangani dalam pertemuan  pihak kecamatan. Namun apa hasilnya dia belum tahu.

Ia berjanji bakal turun melakukan pengecekan ke lokasi penambangan. “Ya, kami bakal turun ngecek ke lokasi,” ujarnya singkat via telepon. (AA Ngurah Girinatha)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!