Rumah Anggota Dewan Di Grebek, Petugas Temukan 31 Paket Sabu dan Senjata Airsof Gun

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Puluhan petugas gabungan dari Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Polda Bali menggerebek rumah pribadi anggota dewan yang berinisial JGKS dari Partai Gerindra  di Jalan Pulau Batanta No 70, Banjar Seblanga, Dauh Puri Kauh,  Denpasar Barat, Sabtu (4/11/2017). Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 31 paket narkoba jenis sabu, sajam dan senjata airsoft gun jenis revolver dengan 2 peluruh timah. Setelah ditemukan barang bukti sekitar pukul 16:00 Wita di rumah anggota dewan ini langsung dipasang polisi line oleh aparat.

Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta Ariawan menjelaskan penggeledahan rumah anggota dewan ini berawal dari tertangkapnya pengedar narkoba di kawasan Jalan Pulau Batanta, Jumat 3 November 2017 sekitar pukul 23.00 Wita. “Dari keterangan bersangkutan, menyampaikan barang (sabu, red) yang dia akan kirim ke suatu tempat, berasal dari rumah ini (JGKS). Selanjutnya kami melakukan pengembangan dan pemeriksaan pada 31 orang dan saat ini kami tetapkan sebagai tersangkah baru 6 orang,” ucapnya disela-sela pengerebekan, Sabtu, (4/11/2017).

Menurut Kasat Resnarkoba, dari 6 orang itu perannya berbeda-beda mulai ada yang menyediakan barang haram tersebut, ada yang menjadi pengirim, ada pengedar atau penjual dan ada yang yang melayani konsumen. “Untuk siapa yang memerintah mereka, kami masih dalam proses pengembangan dan masih melengkapi alat bukti. Untuk sementara kita cukupkan dulu pada sore ini,” imbuhnya

Sementara Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo menjelaskan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapat infomasi dari masyarakat bahwa rumah tersebut dijadikan tempat sebagai transaksi narkotika jenis sabu. Agar aksinya tidak terendus petugas, pemilik barang mengharuskan para pemakai untuk tidak membawa sabu keluar rumah. “Kita sudah tetapkan 6 orang sebagai tersangka dan juga memeriksa 31 orang saksi. Tapi tidak menutup kemungkinan dari 31 saksi yang kita periksa nanti akan bisa menjadi tersangka. Tapi kita akan lakukan cek urine semuanya dulu, dan dari pemeriksaan. Penggeledahan yang kita dapatkan ada 31 paket shabu untuk sementara belum bisa kita timbang berapa gram jumlahnya dan juga kita temukan 3 airsoft gun dan satu senjata api. Terkait senjata nanti kita akan teliti lagi kepemilikannya. Jika benar, akan kita jerat dengan Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951,” tegasnya.

Kapolres juga menyampaikan saat penggerebekan JGKS tidak ada ditempat. “Tetap kita kejar sampai kapanpun kita akan kejar. Kalau untuk status DPO,  masih belum kita tunggu 3 kali 24 jam. Kalau status tersangka nanti berdasarkan alat bukti dan keteranagan saksi-saksi menunggu 3 kali 24 jam kita tentukan tersangka atau bukan. Namun dari saksi-saksi itu menerangkan barang itu didapat dari dia (JGKS, red),” ungkapnya

Kaporesta juga mengakui sudah sejak lama memang sudah mengintai tempat JGKS. Tetapi untuk keberadaan barang buktinya itu masih belum diketahui. “Setelah diketahui tempat pemakai disini, dan data sudah jelas ketahui, anggota langsung melaksanakan penggerebekan, dan tentunya JGKS sudah jadi target operasi. Selain itu di rumah ini ada ruangan khusus berjumlah 6 tempat untuk memakai barang tersebut,” tutupnya. sin

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!