Rochineng Mundur Jika Tarung “Head to Head” Tak Terjadi?

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – I Ketut Rochineng sudah diputuskan oleh Koalisis Bali Mandara (KBM) belum lama, ini untuk diusung menjadi calon bupati Buleleng. KBM dimotori oleh Golkar dan Demokrat. Menanggapi dukungan KBM tersebut, Rochineng sudah menegaskan sikapnya siap bertarung.

Hanya saja, konsistensi sikap Rochineng ini masih perlu dipertanyakan. Pasalnya, pada akhir April 2016 lalu, saat nama Rochineng mencuat menjadi kandidat kuat untuk diusung KBM, Rochineng mengatakan siap maju di Pilkada Buleleng jika bertarung head to head dengan pasangan calon incumbent yang kemungkinan akan diusung PDIP, Putu Agus SuradnyanaNyoman Sutjidra (PASS).

Alasannya, hanya tarung head to head yang memungkinkan bisa menang melawan PASS. Ia mengundurkan diri jika skenario tarung head to head itu tidak terjadi. Dengan realitas politik yang ada di Buleleng saat ini, apakah Rochineng tetap konsisten dengan pernyataannya itu?

Sebagaimana diketahui, Pilkada Buleleng berpeluang besar terjadi tarung segitiga, setelah KPU Buleleng menetapkan Dewa Nyoman SukrawanI Gede Dharma Wijaya (SURYA), memenuhi syarat minimal dukungan sebagai bakal pasangan calon bupati/ wakil bupati Buleleng dari jalur perseorangan.

Paket SURYA kini menunggu hasil verifi kasi administrasi dan faktual untuk ditetapkan menjadi pasangan calon (paslon) defi nitif untuk bertarung pada Pilkada Buleleng, yang digelar Februari 2017. Rochineng tak bisa dikinfi rmasi apakah mengundurkan diri jika pilkada di Bumi Panji Sakti itu terjadi tarung segitiga. Panggilan ke telpon selulernya, Selasa (16/8) tidak diangkat.

Hanya saja, menurut Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, pernyataan Rochineng akan mengundurkan diri jika tidak tarung head to head bukan keputusan fi nal. Mudarta mengaku, sudah mengonfi rmasi langsung hal itu ke Rochineng. “Apa yang disampaikan beliau (Ketut Rochineng) mundur ketika tidak terjadi head to head belum menjadi keputusan fi nal,” tegas Mudarta di Denpasar, Selasa (16/8).

Politisi asa Jembrana ini melanjutkan, dengan belum fi nalnya keputusan mundur Rochineng, maka masih ada peluang bagi KBM untuk mengusung Rochineng bersama wakilnya dari Golkar, Ariadi. “Untuk Pilkada Buleleng, survei kan terus berjalan. Semua tidak tahu apakah dalam waktu ke depan elektabilitas pak Rochineng bisa mengungguli incumbent. Bisa saja peluang dan kondisi berubah. Jadi saat ini kami juga masih tunggu hasil survei, dan mudah-mudahan hasilnya sesuai harapan,” pumgkas Mudarta. 010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!