Ribuan masyarakat ‘gerudug’ sampah kiriman di Pantai Kuta

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Ribuan masyarakat yang terdiri dari unsur TNI, Kepolisian, PNS OPD Pemkab Badung, Siswa SD, SMP dan SMA, komponen pariwisata, tokoh masyarakat, tokoh desa adat, tokoh agama dan pihak lainnya, Jumat (6/4) pagi tumpah ruah di pantai Kuta. Mereka hadir untuk mengeroyok sampah kiriman, yang belumlama ini kembali menepi di Pantai Kuta. “Ini adalah aksi nyata dari para relawan yang peduli akan lingkungan, jumlahnya ini kita perkirakan mencapai 4000 orang dari berbagai unsur. Aksi yang kita namai Pantai Kuta bersih tanpa sampah plastik ini kita mulai dari pukul 06.30 Wita, dan animonya ini sangat luar biasa. Kita juga kerahkan beberapa alat berat kita dan truk kita, untuk mengevakuasi sampah tersebut, “ujar Kadis LHK, Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan, Jumat (6/4).

 

Aksi bersih pantai tersebut diakuinya akan terus dilakukan secara periodik tiap 2 minggu sekali. Namun lokasi kegiatan tersebut diakuinya akan dilaksanakan berpindah dari satu pantai ke pantai lainnya. Hal tersebut adalah bentuk semangat untuk menyambut event annual meeting IMF World Bank, pada bulan Oktober 2018 nanti di Nusa Dua. “Dari aksi bersih pantai Kuta tadi itu terkumpuk sebanyak 10 truk sampah atau 20 ton sampah yang diangkut dengan loader. Yang mendominasi sampah tersebut kebanyakan adalah berupa sampah plastik,”paparnya.

 

Usai aksi tersebut diakuinya kondisi pantai Kuta saat ini sudah kembali bersih. Pihaknya berharap sampah kiriman tidak akan kembali lagi datang ke Pantai Kuta, Jimbaran dan Kedonganan. Sehingga konsentrasi pihaknya bisa fokus untuk mengatensi potensi sampah kiriman di pantai timur kabupaten Badung, yaitu dari Nusa Dua hingga Tanjung Benoa. Hal tersebut lantaran musim angin timur sudah mulai berhembus, dan selama ini kecenderungan sampah kiriman akan menepi di pantai timur.

 

Sebelumnya, pihaknya juga mengaku menempuh jalur niskala dengan melaksanakan prosesi persembahyangan, Rabu (4/4) ke sejumlah pura di wilayah Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran. Persembahyangan tersebut dilakukan untuk memohon kepada sang pencipta, agar sampah kiriman tersebut tidak datang lagi. Jika itu harus menepi, maka dimohonkan agar diarahkan ke daerah-daerah yang menjadi sumbernya.

 

Sementara terkait perhelatan IMF World Bank, pihaknya mengaku akan melakukan penataan taman di sepanjang dan pengecatan 29 patung median jalan di kabupaten Badung. Dimana hal tersebut khusus dilakukan di sepanjang jalur kecamatan Kutsel dan Kuta. Sedangkan untuk perbaikan patung dewa ruci telah dilakukan 2 tahun sebelumnya. Disisi lain pihaknya juga mengaku akan melakukan pengecekan limbah usaha akomodasi, drainase dan yang dibuang ke lingkungan. Hal tersebut khusus untuk jalur yang akan dilewati atau menjadi tempat menginap rombongan delegasi di kabupaten Badung. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *