Ribuan Jamu Ilegal Digagalkan Petugas di Gilimanuk

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI – Pengawasan yang berintegritas yang dilakukan oleh Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dengan instusi lain selalu berhasil menggagalkan penyelundupan komoditi pertanian serta berbagai barang baik ke pulau Bali maupun Jawa yang melalui jalur darat Pelabuhan Gilimanuk. Bahkan kali ini, petugas berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ribuan jamu ilegal yang hendak di kirim ke Pulau Bali.

Terbongkarnya aksi penyelundupan ribuan jamu ilegal tersebut berawal dari petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap  kendaraan  pick-up Mitsubishi L 300, warna hitam Nopol P 8754 VN yang dikemudikan oleh Achmad Soebardjo,54, asal Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi pada Senin (6/11)  pukul 23.50 wita di Pintu masuk bali atau Pos II Pelabuhan Gilimanuk.

Saat petugas melakukan pemeriksaan petugas menemukan sebanyak 202 dus jamu tradisional yang tidak terdaftar  di BPOM diantaranya sebanyak 175 dus jamu Cap Akar Daun, 25 dus jamu Cap Tawon Klanceng dan 2 dus jamu tradisional Cap Pak Kumis. Atas temuan tersebut, sehingga baik sopir dan kendaraan serta ribuan jamu illegal tersebut diamankan di Mapolsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk proses lebih lanjut.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP I Komang Muliyadi mengatakan, diamankan ribuan jamu illegal tersebut lantaran jamu tidak ada daftar BPOM yang sah pada label setiap botolnya. Selain itu, produk jamu tersebut telah diatur dalam UU RI No. 36 tahun 2009, tentang Kesehatan yaitu setiap produk Makanan maupun Minuman wajib disertai label edar dari BPOM.

”Semua tidak disertai label edar dari balai POM atau melanggar undang-undang kesehatan. Karena ada pelanggaran kemudian kita amankan di Polsek dan nantinya kami limpahkan ke Krimsus Polda Bali melalui Reskrim Polres Jembrana guna proses penyidikan lebih lanjut,” kata AKP I Komang Muliyadi, Selasa (7/11).

Lebih lanjut, Muliyadi mengatakan, setiap apapun yang berkaitan dengan barang ilegal maupun barang hasil kejahatan dan juga barang berbahaya lainnya yang menggunakan akses pelabuhan Gilimanuk, kami tetap berupaya maksimal mencegahnya, sehingga tindak kriminal yang terjadi dapat diminimalisir dan rasa aman dan nyaman dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat bali. “Tentunya hal ini sudah menjadi harapan kita bersama,” tegasnya.

Dikomfirmasi terpisah Achmad Soebardjo sopir yang mengangkut ribuan jamu illegal tersebut mengaku jika dirinya hanyalah sopir yang diminta mengantarkan jamu tersebut oleh pemiliknya. Banyuwangi dengan tujuan Denpasar. “Saya hanya mengangkut Pak. Saya disuruh membawa dari Muncar, Banyuwangi ke Denpasar oleh Haji Panijo. Saya di beri ongkos satu juta dua ratus ribu rupiah,” akunya polos. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *