Resta mulai petakan titik kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 di Kuta

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Jelang perayaan Natal dan Tahun baru 2019 yang akan dipusatkan di Kuta, pihak Kepolisian Resta Denpasar memperkirakan ada beberapa titik yang menjadi lokasi kerawanan wilayah. Adapun titik tersebut merupakan titik tempat berkumpulnya keramaian dan tempat hiburan malam, seperti diantaranya pantai Seminyak, monumen Ground Zero, pantai Kuta, Grahadi Bali, Sky Garden, Padis Club dan Boshe. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Denpasar, AKBP Ruddi Setiawan saat melakukan audensi dan tatap muka dengan toga, todat, tomas di kecamatan Kuta, Rabu (6/12).

 

Mantan Kapolres Badung ini memperkirakan ancaman natal dan tahun baru 2019 masih berupa sabotase, teror, kebakaran karena kembang api, kriminalitas, jambret, bencana alam, kebut-kebutan, balapan liar, konvoi pada saat malam tahun baru, kemacetan, pelanggaran lalulintas dan tawuran kelompok. Namun sejauh ini untuk di Bali, potenai adanya tawuran kelompok dinilai sangat minim adanya. Dari data yang pihaknya kantongi dari wilayah hukum Kuta, mayoritas kejahatan yang banyak di Kuta masih berupa pencurian dan jambret. Untuk itu pihaknya memerintahkan Kapolsek bersama jajaran, untuk menembak lumpuh pelaku jambret jika ia melawan. Namun jika jambret itu bersenjata, maka petugas dimintanya jangan takut untuk menembak mati pelaku. “Kasus curat, curanmor, curas harus senantiasa diwaspadai. Saya rasa untuk kasus kriminal jambret di Kuta sudah mulai menurun. Jadi perkembangan situasi harus senantiasa diupdate dan mari intensifkan patroli bersama. Mari rembug bersama, agar kita bisa mensolusikan apa langkah kita kedepan untuk mengurai permasalahan di Kuta,”ajaknya sembari menekankan sinergitas menjaga wilayah harus terjalin dengan baik.

 

Selain sektor keamanan, yang menjadi atensi pihak kepolisian di Kuta diakuinya juga terkait kemacetan lalulintas. Adapun titik yang menjadi atensi adalah di tempat persembahyangan seperti Pura dan Gereja Fransiskus di jalan Dewi Sartika, depan toko oleh-oleh Krisna dan Jogger, simpang Kuta. Namun diakuinya pada saat malam tahun baru, rata-rata semuanya kondisi jalan di Kuta relatif macet. Utamanya jalan menuju pantai dan ground zero. Hal tersebut dikarenakan Kuta kunjungan ke semakin hari semakin ramai, utamanya jelang pergantian tahun. Apalagi Kuta kondisi jalan di Kuta relatif tidak bertambah. Terlebih lagi pada saat malam minggu, dinana didepan groundzero itu macet parah, salah satunya diakibatkan juga oleh banyaknya taksi yang berhenti di pinggir jalan. “Taksi itu harus jalan, jangan diberikan berhenti. Supaya lancar itu perlu diatur, sebab bila kendaraan berhenti semua itukan bahaya nantinya. Jalan di depan sky garden harus lancar,”tegasnya.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mengaku akan memperkuat personil dan menempatkannya di titik rawan macet. Selain itu pihaknya akan bersinergi dengan TNI, pengamanan Desa Adat, Pol PP dan Dishub, untuk senantiasa mengantisipasi perkembangan di lapangan. Termasuk melaksanakan rekayasa lalulintas untuk mengurai kemacetan. Sementara untuk kembang api, pihaknya mengimbau agar penyalaan kembang api dilaksanakan di pantai. Jangan dekat dengan lokasi perumahan, hotel, vila dan perkantoran.

 

Sementara Kapolsek Kuta, AKP Teuku Ricki Fandlianshah menerangkan untuk pengamaan natal dan tahun baru di Kuta akan dimatangkan kembali. Dimana pihaknya telah menyiapkan personil keamanan, yang akan ditempatkan dibeberapa titik pos pam, pura, gereja-gereja dan tempat yang menjadi titik pusat perayaan tahun baru. Pihaknya juga selalu memonitoring dan pengawasan terhadap peredaran kembang api. Terkait ketentuan peredaran dan jumlahnya, agar tidak disalahgunakan orang yang tidak bertangungjawab. Pihaknya juga sudah melakukan operasi anti narkotika ( operasi antik) dan operasi penyakit masyarakat (operasi pekat) yang rutin dilaksanakan pada saat mendekati pergantian tahun. “Nanti kita juga akan bersinergi dengan pengamanan dari TNI, Desa Adat dan Pemerintah kabupaten, untuk menjaga kemanan di Kuta. Ada beberapa predikisi ancaman yang harus diantisipasi bersama, terkait seperti tindak pidana berupa pengeroyokan, mabuk-mabukan dan keributan dan sebagainya yang berpotensi menganggu keamanan dan kenyamanan wilayah,”ujar AKP Ricki.

 

Pihaknya berharap semua masyarakat bisa bersama-sama menciptakan rasa aman di wilayah Kuta, dan segera memberikan informasi kepada petugas, jika diketahui ada ancaman yang dimaksud. Pam Swakarsa diharapkannya juga ikut andil dalam upaya pengamanan di masyarakat, tentu dengan berkoordinasi dengan masing-masing desa. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!