Renungan Spirit Perjuangan Puputan Badung

posbali.id

Bangun Bali Oka Monumen pada Akhir 2017

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – 10 tahun Forum Generasi Muda Puputan Badung dijadikan momentum untuk mewujudkan pembangunan Bali Oka Monumen (BOM) untuk mengenang perjalanan sejarah salah satu pejuang veteran, I Gusti Putu Oka dan Gusti Ayu Oka di Jero Gede Petangan, Ubung, Denpasar, Minggu (20/11) malam.

Malam renungan bertepatan dengan Hari Puputan Margarana itu sekaligus menjadi spirit perjuangan Puputan Badung yang difasilitasi Penglingsir Puri Petangan, I Gusti Ngurah Ketut Suparta yang juga di-support oleh keluarga puri yang juga General Manager Blue Bird Group Area Bali – Lombok, dr. Putu Panca Wiadnyana dan Penglingsir Puri Peguyangan, AA Ngurah Widiada yang dihadiri para veteran dan putra-putri keluarga veteran di wilayah Ubung, Denpasar.

Saat peringatan tersebut, Keluarga Puri Jero Petangan, Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa mengakui spirit Puputan Badung harus direnungkan kembali untuk memperkuat jati diri bangsa. “Kita harus mengenang pengabdian para pejuangan kemerdekaan tiada henti yang menjadi gelora semangat kebangsaan yang benang merah sebuah peradaban generasi masa lalu. Kita ada karena leluhur dan berkarya untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Ditambahkan Putu Panca selaku keluarga puri, pihaknya sangat menyambut positif keberadaan monumen sangat dibutuhkan yang menjadi memomorial untuk mengingatkan masa lalu sebagai bekal generasi masa depan sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah memberikan bhaktinya kepada bangsa dan negara. “Kita apresiasi rencana pembangunan Bali Oka Monumen ini, karena sejarah masa lalu tidak boleh kita lupakan,” imbuhnya.

Penglingsir Puri Peguyangan, AA Ngurah Widiada menambhakan, dirinya juga mengakui kenangan sejarah ini sebagai refl eksi perjuangan sejarah leluhur yang didahului pemutaran fi lm sejarah Puputan Badung sebagai perjalanan sejarah bangsa.

Menurutnya, dalam perjuangan sejarah merebut kemerdekaan terekam dalam fi lm yang dibuat dan disutradarai oleh Gusti Ngurah Ketut Suparta. Ini sebuah perjalanan sejarah anak bangsa di sekitar Jero Gede Petangan. “Ini menyatukan kekerabatan puri dan Jero Gede Petangan saat melakukan puputan dalam konteks jamannya. Ada sebuah spirit dan kekuatan modern yang dilakoni saat itu oleh penjajah. Namun senjata melawan bambu runcing itu ibarat perjuangan tanpa menghitung untung rugi sebagai nilai sejarah yang patut diabadikan,” ujarnya.

Dikatakan, dalam ruang kehidupan berbangsa dan bernegara sudah sepakat dengan komitmen NKRI yang dilandasi Pancasila. Oleh karena itu, sebagai generasi yang mewarisi sejarah masa lalu dalam kehidupan kerajaan menjadi nilai-nilai yang bisa mempersatukan jaman. Karena ada tantangan baru dalam dinamika pluralitas dalam berbedaan tapi tidak merendahkan satu antar yang lain. “Ini adalah tantangan dalam kehidupan mendatang. Oleh karena itu, melalui renungan ini, kita mendukung pendirian monumen sebagai simbul mengenang catatan sejarah keluarga besar bersama,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Gusti Ngurah Ketut Suparta menambahkan, monumen yang dinamakan Bali Oka Monumen (BOM) itu akan didirikan diakhir tahun 2017 mendatang di jabaan Jero Gede Petangan. Pendirian tersebut untuk mengingat perjuangan ayahnya (I Gusti Putu Oka, red) yang merupakan pejuang veteran pada masa penjajahan Belanda.

“Kami membentuk ini untuk mendirikan monume sebagai penghargaan atas perjuangan veteran hingga kemerdekaan. Monumen ini merupakan awal kecil kami untuk mendirikan simbol spirit perjuangan yang dimulai dari ubung dan kedepannya wilayah lain bisa ikut mengingat masa perjuangannya veteran dimasing-masing wilayahnya,” terangnya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!