Rayakan Galungan, Pengungsi Gunung Agung Pulang Kampung

posbali.id
POS BALI/ERI Para pengungsi Gunung Agung yang mengungsi di Posko Pengungsian Swadaya di Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu, Denpasar terlihat mulai mengemas barang-barang untuk pulang kampung merayakan Galungan.

 

DENPASAR, POS BALI – Sebanyak 18 KK (64 jiwa) pengungsi Gunung Agung yang mengungsi di Posko Pengungsian Swadaya Gunung Agung di Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur dikonfirmasi telah kembali ke kampung halamannya. Namun, menurut keterangan  Ketua Tim Operasional Posko Pengungsian Gunung Agung di Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu yang juga merupakan Kepala Dusun Kesambi,  Kesiman Kertalangu, Kadek Kanda, para pengungsi itu kembali bukan karena penurunan status Gunung agung, melainkan karena ingin melaksanakan Galungan di kampung halamannya.

“Hingga saat ini (Senin, 30/10) ada 64 jiwa yang sudah meninggalkan posko. Mereka telah meninggalkan posko sebelum status Gunung Agung diturunkan secara resmi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG,” kata Kanda saat ditemui di Posko Pengungsian di Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu.

Pengungsi yang telah meninggalkan posko adalah para pengungsi yang berasal dari Banjar Padangtunggal, Desa Selat Duda dan Banjar Ancut, Desa Sebudi yang masuk dalam radius 12 km, sehingga secara prosedural bisa kembali ke kampung halamannya. Namun, rata-rata dari mereka belum mengetahui status terkini Gunung Agung saat meninggalkan posko dan beralasan pulang kampung untuk merayakan Galungan. “Saat meninggalkan posko, jika kondisi memungkinkan mereka berencana akan balik setelah Kuningan. Barang-barang mereka sebagian masih disini, mereka belum yakin akan pulang kampung secara permanen,” imbuhnya.

Pasca kembalinya pengungsi dari Banjar Padangtunggal dan Banjar Ancut, di posko tersebut kini masih tersisa 33 KK atau sebanyak 116 jiwa yang  kebanyakan berasal dari Banjar Kawan, Desa Muncan, Karangasem. Beberapa dari pengungsi yang tersisa juga tampak mengemas barang-barangnya untuk kembali ke kampung halaman. Mereka juga berencana akan pulang untuk merayakan Galungan dan akan kembali saat Umanis Galungan.

Sementara itu, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, dalam kunjungannya ke posko pengungsian tersebut mengatakan belum ada pembahasan terkait rencana pemulangan pengungsi yang mengungsi di Denpasar pasca penurunan status Gunung Agung. Pihaknya mengaku masih mengkoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk pemerintah Karangasem untuk kelanjutan penanganan.

“Memang sudah ada sejumlah pengungsi yang kembali ke kampung halamannya, namun kebanyakan pulang untuk merayakan hari raya bukan karena penurunan status Gunung Agung. Nanti kita akan cek dan bicarakan data pengungsian itu secara detail, termasuk upaya mobilisasinya jika akan dipulangkan,”  katanya.

Sebagaimana keputusan PVMBG, Minggu (29/10) lalu, status Gunung Agung telah diturunkan dari Level IV Awas ke Level III Siaga. Meski status telah diturunkan, warga dalam radius 6 km dari kawah Gunung Agung dengan penambahan perluasan sektoral seluas 7,5 km ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan barat daya harus tetap mengungsi ke tempat yang lebih aman. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!