Raih Juara 1, Setelah Sempat Galau

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – I Gusti Ayu Putu Darmi Astuti atau akrab disapa Armi merupakan seorang mahasiswa semester tujuh, di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, yang beberapa waktu lalu meraih juara satu pada gelaran Lomba Cipta Lagu Rohani di ajang Lomba Temu Karya Ilmiah (LTKI) Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017. LTKI sendiri digelar di Lampung, 4-8 September 2017 lalu.

Armi ditemui seusai mengisi acara Dies Natalis ke-13 IHDN Denpasar, Rabu (8/11/2017) menceritakan pengalamannya mengikuti lomba tersebut. Ia mengatakan, seluruh kampus Hindu di Indonesia, wajib mengirimkan wakilnya pada lomba LTKI ini, dan dari IHDN Denpasar sendiri untuk Penentuan pesertanya ada yang diajukan dan ada juga yang yang dipilih langsung. “Untuk lomba cipta lagu ini baru pertama kali saya ikuti, dan akhitnya berhasil jadi juara satu setelah melalui berbagai hal,” ungkapnya.

Ia menyebutkan lagu yang diciptakan berjudul Semua Sementara, yang terinspirasi dari realitas zaman sekarang banyak orang yang terlalu membanggakan segala yang dimiliki. Padahal mereka harusnya tau bahwa semua itu tidak kekal dan hanya sementara. Semua itu nantinya akan kembali, dan ketika kita mati hanya akan mebawa karma saja.

“Dari hal itulah keluar ide untuk membuat lagu dan liriknya. Banyak juga yang membantu saya dalam penyelesaian lagu itu, ada yang memberikan saran dan masukan-masukan. Dan untuk aransemennya sendiri dibantu oleh guru SMP saya Bli Mang Arim. Lagunya sendiri memang dibuat sebelumnya, disana sudah tinggal ditampilkan saja. Dan untuk lagunya sendiri sudah dikirin sebelumnya untuk memastikan originalitas karya dan penggunaan not balok pada musiknya,” sebut dara kelahiran 21 November 1995 ini.

Putri dari pasangan I Gusti Ketut Kompyang Yasa dan I Gusti Agung Anom ini, mengaku sempat galau sebelum berangkat lomba ke Lampung, karena ayahnya masih sakit, serta ibu dan adiknya sempat mengalami kecelakaan. Akhirnya ia putuskan ikut berangkat lomba, tapi tidak mengatakan ke orang tua, agar tidak panik. “Saya bilang kalau ada urusan kampus dan beberapa hari tidak pulang. Memang tidak bagus bohong seperti itu, tapi demi kebaikan orang tua,” kata Armi.

Ketika lomba ia bersaing dengan 10 peserta dari perguruan tinggi lain. Ketika itupun ia dalam kondisi tidak fokus, karena memikirkan orang tua, begitu juga harus fokus ke lomba. Ketika lomba berlangsung ia juga mengaku sempat galau gara-gara sound sistemnya yang bermasalah, ditambah lagi dengan mendapat nomor undi satu. “Selesai lomba saya langsung balik ke kamar, disitu saya langsung nangis, merasa kecewa karena gak bisa tampil maksimal padahal itu event nasional. Sepertinya memalukan nama almamater dan orang tua, itu yang ada dalam pikiran,” kenang mahasiswi Jurusan Penerangan Agama IHDN Denpasar.

Namun, semua rasa galau yang dirasakannya terbayarkan dengan berhasil meraih juara satu yang sebelumnya sempat pesimis bisa direngkuh. “Sempat kaget, merasa tidak percaya, sekaligus bahagia juga, karena semua pengorbanan selama ini tidak sia-sia. Kemudian pas pulang bawa piala, ajik sama ibu nangis terharu. Saya juga baru berani bilang ke orang tua, kalau saya selama ini ikut lomba di Lampung. Kalau bukan karena IHDN Denpasar, saya tidak akan bisa meraih prestasi ini, begitu juga ini berkat para pembimbing bapak Agung Pertu dan bapak Wayan Wastawa,” ucapnya bangga.

Armi sendiri memang suka menyanyi sejak kelas tiga SD, dan telah banyak mengikuti berbagai lomba tarik suara, baik dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional. Lomba nasional lain yang pernah ia ikuti adalah Lomba Karaoke Lagu Dangdut dalam gelaran Pekaminas se-Indonesia. “Saya juga tergabung dalam grup musik Duo Centil bersama Yuni Wulandari dibawah naungan Gek Diah 3G, dan sudah sempat mengeluarkan satu single dengan judul Buaya Cinta,” sebutnya. rah

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!