Rai Mantra Dikabarkan Mundur Jadi Walikota

posbali.id

DENPASAR, POSBALI ID – Pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menentapkan pasangan Cagub dan Cawagub Bali nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) sebagai pemenang Pilgub Bali 2018 dengan perolehan 1.213.075 suara atau 57,68 persen mengalahkan pasangan nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), berhembus kabar mengejutkan. Dari selentingan sejumlah sumber yang menolak namanya disebutkan mendengar isu Rai Mantra akan mundur jadi Walikota Denpasar, karena gagal menjadi Gubernur Bali. “Iya memang setalah gagal beliau (Rai Mantra, red) rencananya mundur jadi walikota,” kata sumber di lingkaran orang dekat Rai Mantra itu ditemui di Denpasar, Sabtu (7/7/2018) malam.

Disebutkan lebih lanjut, alasannya mundur kabarnya ingin bergabung di Partai NasDem yang sempat menjadi inisiator munculnya paket Mantra-Kerta. Apalagi selama ini diketahui selama dua periode menjabat Walikota Denpasar termasuk dua periode sebagai Wakil Walikota Denpasar dicalonkan dan diusung PDIP Perjuangan yang menjadi rivalnya mengusung paket Koster-Ace di Pilgub Bali. “Ini sifatnya politis. Pak Rai akan gak nyaman sekarang menjabat walikota. Tapi kita lihat saja nanti apakah benar mundur atau tidak. Tapi kita yakin beliau sudah bulat putuskan itu,” tegasnya seraya mewanti-wanti kembali agar nama dan identitasnya tidak dikorankan.

Sayangnya Rai Mantra belum bisa dikonfirmasi terkait kabar tersebut. Beberapa kali dihubungi nomor telponnya bernada tidak aktif. Namun secara terpisah, Wakil Ketua DPW Partai NasDem AA Gede Ngurah Widiada saat diminta tanggapan soal mundurnya Rai Mantra jadi Walikota Denpasar mengaku belum pernah mengetahui kabar tersebut. Tapi sebagai Kader Partai NasDem sangat berharap Rai Mantra ikut bergabung dengan partai besutan Surya Paloh tersebut. “Dengan kondisi seperti ini lebih baik beliau (Rai Mantra, red) mundur dari walikota dan masuk menjadi kader NasDem,” harap mantan Politisi Senior Partai Golkar itu.

Wakil Ketua DPW Partai NasDem AA Gede Ngurah Widiada.

Menurut Penglingsir Puri Peguyangan ini, jika Rai Mantra akan sangat terhormat jika bener-benar hengkang jadi Walikota Denpasar, menyusul kekalahannya saat Pilgub Bali menghadapi Paslon Koster-Ace yang diusung PDIP. “Kita sangat berharap beliau berbagung di Partai NasDem dan melanjutkan perjuangan di Partai NasDem. Jadi akan lebih bagus mundur dari walikota dan bergabung dengan NasDem kedepan. Itu akan menentunkan prosfek politik beliau kedepan, karena kan sudah tahu karaktrristik Ketum Partai NasDem Pak Surya Paloh dan Ketua DPW Partai NasDem Bali. Apalagi kita tahu beliau juga kader potensial, tapi kita tidak dorong sekarang maju DPR RI di Pileg nanti. Namun nanti bisa saja menjadi Ketua DPW Partai NasDem setelah Gus Oka,” tandasnya.

Disisi lain dikatakan, jika Rai Mantra menjadi Kader Partai NasDem, maka sangat memberikan peluang menambah kekuatan partai untuk merebut kursi legislatif Pileg 2019. “Kalau beliau mau mungkin juga layak menjadi pemimpin partai untuk kedepannya. Tapi ini semua berkembali kepada Rai Mantra, kalau jujur potensi kita dibandingakan Rai Mantera yang sudah teruji sudah tentu sangat welcome sekali dan tentu tidak menjadi masalah kalau Ketua Umum memberikan peluang kepada beliau. Mungkin juga Gus Oka pastinya akan sangat legowo, dan itu otoritas partai,” tambahnya.

Karena itu, jika Rai Mantra bergabung untuk Pileg 2019 bisa menambah kursi. Selain itu, Partai NasDem dengan pengorbanan serta segala potensi saat Pilgub Bali lalu sudah berbuat total, sehingga yakin ada penambahan kursi legialatif di semua tingkatan, terutama kursi legislatif di kabupaten berpeluang bertambah seperti di Badung hanya 1 kursi nanti bisa bertambah menjadi 2 atau pun 3 kursi. Sedangkan di Kota Denpasar optimis bisa jadi bertambah 4 atau 5 kursi, dan real pastinya untuk DPR RI sudah dipastikan ada terpilih. “Sebab dengan kapasitas sebagai Bupati Karangasem, serta melihat perkembangan NasDem di Gianyar, Jembrana, Buleleng pasti ada lolos DPR RI. Hanya saja siapa nantinya yang akan duduk di DPR RI. Sebab banyak figur baru di NasDem,” jelasnya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!