Rai mantra ajak masyarakat junjung nilai Demokrasi, Sudikerta sentil masalah sampah

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Pesta Demokrasi dinilai selayaknya membuat masyarakat senang, gembira dengan tanpa rasa ketakutan. Pesta Demokrasi dinilai adalah suatu pencapaian tertinggi bagi masyarakat, untuk menentukan kebebasan memilih, mencoblos siapa yang diinginkannya. Sebab hal itu adalah hak azasi setiap manusia. “Demokrasi itu membuat kita senang, bergembira dan juga sejahtera. Bukan sebaliknya, demokrasi malah membuat kita tertekan, membuat kita bodoh, membuat kita menangis. Menang kalah kita sambut dengan berbahagia, tapi perjuangan tersebut tidak boleh berhenti, tidak boleh mundur dan harus kita kobarkan, untuk Bali dan pertiwi,”tegas Calon Gubernur yang diusung Koalisi Rakyat Bali, IB Rai Mantra, saat melakukan kampanye terbuka dan sosialisasi paket Mantra-Kertha kepada masyarakat Kuta, Selasa (27/3) malam di Tuban.

 

Dipaparkannya, dari informasi di mesia-media negara lain. Ketika ada pesta demokrasi, tentunya itu disambut dengan senang dan gembira, serya tidak ada rasa ketakutan. Harusnya juga demikian dengan pesta demokrasi yang digelar di Bali. Karena itulah pihaknya berharap agar pesta demokrasi di Bali bisa disambut dengan baik, sebab itu juga demi kepentingan bersama, negara dan bangsa ini. “Kita bisa menunjukan harkat dan martabat negara ini baik dan sama seperti negara lainnya. Kita harapkan dalam pesta demokrasi ini, persahabatan harus dijaga dengan baik,”sebutnya.

 

Pernyataan tersebut disampaikannya terkait dengan adanya info yang ia dengar, bahwa ketua KRB, yaitu AA. Bagus Adhi Mahendra Putra memang sebelumnya telah melakukan kampanye di daerah Dalung dengan senang, bahagia dan tenang. Meskipun sempat terjadi intrik-intrik yang ia perjelas itu dengan adanya upaya intimidasi kepada ketua KRB. Namun menurutnya, sebagai orang beragama, tentu setiap orang pasti diajarkan kebenaran. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk menegakkan kebenaran, memperjuangkan kebenaran dan bangkit untuk kebenaran. Tidak perlu khawatir, sambut dengan baik dan tenangan, serta bahagia. “Saya rasa adanya intimidasi sudah menjadi antisipasi dari penyelenggara pemilu dan kepolisian. Jadikanlah pemilu ini pemilu yang cerdas dan menjadi pemahaman yang baik. Dimana setiap pemilu membuat kecerdasan masyarakat meningkat,”imbaunya sembari kembali mengajak segenap masyarakat yang hadir untuk mencoblos pasangan calon nomor urut dua, pada tanggal 27 Juni 2018.

 

Dalam acara tersebut, Cagub Rai Mantra izin mendahului untuk pamit dari hadapan warga yang hadir dari seluruh kecamatan Kuta tersbut. Hal tersebut dikarenakan pihaknya juga nemiliki kewajiban lain untuk ikut dalam pesangkepan banjar yang tidak bisa diwakilkan adanya. Sebab selaku warga Bali, adat dan istiadat diakuinya harus dijunjung tinggi tanpa mengabaikan satu sama lainnya. Pihaknya lantas menyerahkan waktu yang tersisa kepada Cawagub Sudikerta yang saat itu banyak membicarakan sektor pariwisata. “Sebuah daerah tujuan wisata tentu harus memiliki destinasi wisata yang berdayatarik. Tapi di Badung Selatan tentu tidak mungkin lagi membangun sebuah destinasi baru, maka yang perlu diperhatikan adalah fasilitas-fasilitas pendukungnya. Termasuk pula kondisi kebersihan lingkungannya, yang berkaitan dengan kenyamanan berwisata,”ujar Sudikerta.

 

Sebagai kabupaten terkaya di Bali, menurutnya pemerintah setempat harusnya bisa menyiapkan teknologi sebagai upaya penanganan masalah sampah, jangan malah membiarkan sampah-sampah cenderung berserakan. Sebab saat ia menjadi Wabup Badung dahulu, ia bekerja keras untuk menangani sampah dan berupaya untuk mendapatkan peralatan-peralatan penanganan sampah. “Sekarang kita di Badung kan banyak duit, tapi apa yang terjadi? Destinasi kita kotornya minta ampun. Kenapa mesti kita buang-buang duit begitu? Kenapa tidak itu yang kita tangani? Kalau itu kita tangani, pasti akan menjadi bagus, pasti akan menjadi bersih, pasti akan menjadi keterikatan bagi para wisatawan untuk datang ke destinasi-destinasi wisata kita,”paparnya.

 

Sementara Ketua Koalisi Rakyat Bali Kabupaten Badung, Wayan Muntra menerangkan kendati malam dan padat aktifitas, hal tersebut bukan menjadi halangan bagi pasangan Mantra-Kertha untuk  turun memenuhi undangan masyarakat. Pasangan Mantra-Kerta ditegaskanya adalah pemimpin Bali ke depan yang sangat peduli pada masyarakat Badung khususnya, dan Bali pada umumnya. “Sudah sepatutnya kita satukan langkah, satukan tujuan, untuk mendukung dan menangkan Mantra-Kerta,” ucap Muntra dihadapan segenap warga Tuban yang hadir ketika itu.

 

Pihaknya juga Mengutip anjuran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengajak masyarakat tidak memilih calon pemimpin yang terindikasi korupsi. Karena Mantra-Kerta dipastikan adalah calon yang jujur dan bersih dari kata korupsi. “Kekayaan Badung yang dihasilkan oleh masyarakat Tuban dan Kuta pada umumnya, tentu sudah sepatutnya dikembalikan kembali kepada masyarakat,” pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *