RAB Resmi Dilaporkan ke Polisi

posbali.id

KLU, POS BALI ONLINE – Setelah melalui rapat internal di tingkat pimpinan, RAB yang diduga menghina lembaga DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui media sosial (medsos) akhirnya secara resmi dilaporkan ke Polsek Tanjung atas tuduhan pencemaran nama baik, Selasa (9/8).

Dalam cuitannya di medsos RAB yang pernah menjabat sebagai kepala desa di Kecamatan Bayan itu tidak menyebut personal dari masing-masing anggota melainkan menyinggung nama lembaga DPRD Lombok Utara. “Setelah kami rapatkan di tingkat pimpinan, kita sepakati untuk melaporkan RAB ke polisi,” ungkap Wakil ketua I DPRD KLU, Djekat yang membawa secara langsung beberapa bukti yang berhasil dikumpulkannya.

Di hadapan kapolsek Tanjung, Djekat yang datang bersama Ketua DPRD, Dra. Ni Wayan Sri Pradianti, menjelaskan bahwa laporan penghinaan di media sosial itu dilaporkan atas kesepakatan dengan maksud agara masyarakat tidak lagi memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk mengeluarkan aspirasi serta pendapatnya dalam menghadapi permasalahan.

“Laporan ini mungkin dapat memberikan efek jera bagi masyarakat lainnya sekaligus ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kegiatan yang kami lakukan juga diatur oleh Undang-undang,” jelasnya.

“Laporan ini resmi kami buat untuk ditindaklanjuti oleh kepolisian. Silahkan polisi yang memprosesnya kami siap dimintai keterangan,” kata Djekat sembari menyerahkan bukti-bukti kepada kapolsek.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung, AKP. M. Purna mengatakan laporan dewan akan diterima untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Polres Lombok Barat. Demikian juga nantinya, menurut Purna, laporan ini apakah akan ditindaklanjuti juga ke Polda atau tidak itu menjadi ranah Polres Lombok Barat. Pasalnya, laporan dewan terkait dugaan penghinaan di medsos itu menggunakan IT. Sehingga kemungkinan akan diselidiki terlebih dahulu dengan meminta keterangan saksi-saksi.

“Untuk kasus seperti ini akan dilakukan di bagian unit IT. Sedangkan Polres belum memiliki personil IT sehingga Polres juga kemungkinan akan melimpahkannya ke unit IT di Polda NTB. Sementara ini kita akan terima laporan dahulu dan akan memeriksa saksi setelah itu kita limpahkan ke Polres Lombok Barat,” jelasnya.

“Kita melakukan penyelidikan terlebih dahulu dan setelah itu apakah nanti akan ditetapkan menjadi tersangka itu ranah polres atau bisa langsung ditangani oleh unit IT Polda NTB,”tandasnya. 034

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!