PWI dan Diskominfo Bali Tingkatkan Kompetensi Jurnalis

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Bali kembali menggelar Peningkatan Kompetensi Jurnalis 2017. Pelatihan sekaligus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tahun ini dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Bali, I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana, SH.MH di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (3/11/2017).

Pembukaan Peningkatan Kompetensi Jurnalis kali ini juga dihadiri Ketua PWI Pusat yang diwakili Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Marah Sakti Siregar bersama Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra dan Sekretaris PWI Bali Emanuel Dewata Oja bersama Pengurus PWI Bali lainnya. Usai membuka Peningkatan Kompetensi Jurnalis, Asisten I Sekda Provinsi Bali, I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana mengakui Peningkatan Kompetensi Jurnalis ini sangat penting untuk mengantisipasi berita hoax. Apalagi selama ini, memang diperlukan peningkatan kompetensi jurnalis yang berkualitas agar bisa menyaring informasi dengan benar.

“Di era keterbukaan informasi ini, Pers diharapkan bisa menggunakan media dengan baik termasuk media sosial. Kita harap pers bisa meluruskan berita yang bengkok-bengkok di masyarakat,” tandasnya seraya mengungkapkan berdasarkan data Dewan Pers terkait konflik pemberitaan terbanyak karena terjadi pelanggaran kode etik jurnalistik. “Konflik akibat pelanggaran kode etik yang paling besar. Makanya dibutuhkan pemahaman kode etik jurnalistik melalui Peningkatan Kompetensi Jurnalistik seperti ini,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kadis Kominfo Provinsi Bali, Ir. Nyoman Sujaya, MT selaku Ketua Penyelenggara Peningkatan Kompetensi Jurnalis 2017 mengungkapkan Peningkatan Kompetensi Jurnalis tahun ini dilaksanakan dari 3 sampai 9 November 2017. Pelatihan jurnalistik ini dikuti 75 peserta yang diisi dengan penyampaikan materi dari PWI Pusat dan PWI Bali serta kunjungan ke lapangan di hari terakhir. “Peningkatan Kompetensi Jurnalis ini berupa pendidikan dan pelatikan kepada wartawan media cetak dan elektonik serta Biro Humas Provinsi Bali untuk memberikan pengetahuan dan tata cara penyampaian informasi pemerintah dengan benar,” paparnya.

Karena itulah, Peningkatan Kompetensi Jurnalis ini diharapkan dapat dimamfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta untuk meningkatkan kompetensi para jurnalis melalui Pekan Orientasi Kompetensi Wartawan sebagai pra UKW (Uji Kompetensi Wartawan) yang menjadi pembekalan untuk dilanjutkan dengan UKW. “Sebagai wartawan profesional harus terus melakukan upaya peningkatan kompetensi yang sudah sering dilakukan di Bali. Selain memberikan pemahaman untuk wartawan dan staf humas di Provinsi Bali,” imbuh Marah Sakti Siregar dalam sambutannya.

Dikatakan, PWI Bali sebagai salah satu andalan PWI Pusat menggelar Program Sekolah Jurnalis Indonesia (SJI) yang juga menjadi kewajiban PWI di seluruh provinsi selain pelatihan dalam bentuk Safari juga dalam bentuk SJI selama 2 minggu. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran wartawan untuk meningkatkan kompetensi, karena wartawan yang sudah mendapat pelatihan jurnalistik bisa terukur dalam skala nasional. “Mereka mendapatkan materi dan diuji dalam Uji Kompetensi Wartawan akan mendapat penilaian. Jika berkompetensi akan mendapatkan sertifikat sesuai jenjangnya, yakni Muda, Madya atau Utama,” bebernya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!