Pura Agung Sriwijaya, Pusat Kegiatan Umat Hindu di Sumatera Selatan

posbali.id
Palinggih utama di utama mandala Pura Agung Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan (IST)
Pura Agung Sriwijaya, Palembang terletak di Jalan Seduduk Putih, 8 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, sekitar 10 km dari Jembatan Ampera. Pura ini berdiri dengan megah, ditandai dengan bersirinya sebuah kori diwarnai dengan warna merah dan putih.
Pura Agung Sriwijaya merupakan pusat  kegiatan umat Hindu di Palembang dan sekitarnya. Umat biasanya akan memadati kawasan pura pada hari Minggu sore serta hari suci tertentu, seperti purnama-tilem, Galungan, Kuningan, Pagerwesai, Siwaratri, Nyepi, dan sebagainya. Selain itu, pura ini juga dijadikan orientasi pelaksanaan kegiatan umat Hindu khususnya generasi muda dalam bentuk pasraman.
Menurut sumber POS BALI yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Musi Banyuasin, I Made Sumartawan pura tersebut diempon sekitar 100.000 jiwa dan berstatus sebagai Pura Kahyangan Jagat Provinsi Sumatera Selatan. “Sebagai pangempon adalah Banjar Kota Palembang, dan di-sungsung seluruh umat Hindu di Palembang. Piodalannya jatuh pada purnama Kadasa dan akan nyejer selama satu hari,” kata Sumartawan saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp belum lama ini.
Dijelaskan, Pura Agung Sriwijaya diresmikan tahun 1982 oleh Pangdam Sriwijaya ketika itu, Brigjen TNI Try Sutrisno dan merupakan satu-satunya pura yang berada di Kota Palembang dan terbesar di Sumatera Selatan. Sementara itu, pembangunan pura diprakarsai oleh Irjen Polisi (Purn) Drs. Putera Astaman yang ketika itu menjabat sebagai Kapolda Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Pada awal berdirinya, Pura Agung  Sriwijaya bernama Pura Penataran Sriwijaya. Namun, sejak upacara Ngenteg Linggih pada 1 April 2007, nama pura kemudian diganti menjadi Pura Agung Sriwijaya. Pada tahun 2017 di pura tersebut juga digelar upacara Panca Wali Krama seperti halnya Pura Besakih, Bali.
“Pura Agung Sriwijaya dibagi dalam tiga mandala. Di mandala terluar ada wantilan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, pasraman, dan juga terdapat perpusatakaan dan juga kantin,” sebut Sumartawan.
Dilanjutkannya, pada bagian madya mandala terdapat sebuah bangunan suci berupa Lingga Ganesha. Sementara itu di utama mandala terdapat bale pemangku,  bale pawedaan, taman sari dan sebuah padmasana dengan perwujudan warna yang sama dengan kori, yakni didominasi warna merah dan putih.
“Saat ini Pura Agung Sriwijaya juga telah menjadi salah satu tujuan wisata. Ini ditandai dengan banyaknya wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke pura tersebut,” pungkasnya. eri
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *