Puncak HUT ke-80, KONI Bali Serahkan Penghargaan Pelaku Olahraga Berprestasi

posbali.id

Denpasar, posbali.id – Peringatan HUT ke-80 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berlangsung, Senin (15/10) di halaman Gedung KONI Bali areal GOR Ngurah Rai Denpasar dihadiri jajaran pengurus KONI se Bali, ratusan atlet dan pelaku olahraga lainnya. Dalam peringatan itu juga diserahkan penghargaan kepada para pelaku olahraga berprestasi yakni Gusti Made Oka Sulaksana (atlet selancar), Ni Made Wahyuni (atlet pencak silat), Bagus Ketut Dani Suparta (pelatih pencak silat), Koko Adiputra (wasit/juri pencak silat), Ida Bagus Antara (pembina olahraga berprestasi) serta Prof. dr. I Gusti Ngurah Nala (ilmuan olahraga berprestasi).

Sementara itu Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi mengatakan momentum peringatan HUT ke-80 KONI yang bertema “Pembinaan Olahraga Berkesinambungan Menuju Prestasi” ini bertujuan menggelorakan dan memasyarakatkan olahraga, memajukan Indonesia lewat olahraga serta mencapai prestasi olahraga. “Untuk mencapai prestasi olahraga kita harus melalui proses. Sebab prestasi diciptakan dan tidak hadir secara otomatis,” ujar Suwandi.

KONI juga mengajak seluruh stakeholder untuk meningkatkan prestasi keolahragaan di Bali. Apalagi Bali juga sudah mempunyai landasan hukum berupa Perda Keolahragaan. “Kami tidak ingin keolahragaan di Bali dianaktirikan. Kami ingin pembangunan dan pembinaan keolahragaan yang berkelanjutan didukung dengan anggaran dan fasilitas yang memadai,” pungkas Suwandi. Di sisi lain KONI Bali tidak hanya berperan mengawal olahraga prestasi tapi juga bisa menyinergikan olahraga dengan pengembangan pariwisata yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Maka pemerintah harus memberikan dukungan yang memadai untuk pengembangan sport tourism (pariwisata olahraga) di Bali.

Suwandi mengaku akan mendorong penguatan peran KONI Bali bukan hanya mencetak prestasi olahraga tapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah Bali. Salah satunya dilakukan dengan menggalakkan event-event sport tourism. “Kita punya branding. Nama Bali sudah dikenal luas ke seluruh dunia sebagai destinasi pariwisata terkemuka. Kalau kita bisa menjual event sport tourism maka bisa lebih banyak mendatangkan devisa pariwisata,” paparnya.

Untuk itu pihaknya memandang Bali perlu belajar pengembangan sport tourism dari negara tetangga seperti Singapura. Negara kecil ini tidak punya sumber daya alam yang melimpah, namun punya sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan konsep serta strategi yang jelas dalam mengemas event-event olahraga menjadi daya tarik pariwisata atau sport tourism. Salah satunya yang mendesak perlu diwujudkan untuk menggarap potensi sport tourism adalah fasilitas olahraga berstandar internasional. “Kalau pemerintah sudah menyediakan tempat, venue dan fasilitas olahraga yang bagus dan berstandar internasional lalu kita kemas banyak event-event sport tourism maka pecinta olahraga, altet dan wisatawan akan datang ke Bali berduyun-duyun,” katanya optimis.

Hal senada ditegaskan Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism I Dewa Putu Susila. Ia juga berkali-kali bersuara lantas mendorong pemerintah merancang blue print pengembangan sport tourism di Bali. Bahkan gagasannya soal sport tourism ini sudah diakomodir masuk dalam pasal tersendiri dalam Perda Keolahragaan yang telah disahkan DPRD Bali pertengahan tahun ini. “Pada HUT ini pesan KONI kepada pemerintah jelas bahwa lewat sport tourism KONI bisa berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Kita bisa kembangkan pemasukan dari dunia olahraga dengan event olahraga skala internasional yang bisa mendatangkan wisatawan asing,” tegasnya.

Gubernur dalam sambutanya yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Bali Boy Jayawibawa mengapresiasi komitmen dan dedikasi jajaran KONI Bali dan KONI kabupaten/kota dalam mengembangkan dan memajukan prestasi keolahragaan di Bali. “Kepada seluruh jajaran KONI Bali dan kabupaten/kota saya ucapkan terima kasih atas kerja keras bahu-membahu membangun olahraga di Bali,” kata Gubernur Koster.

Gubernur juga mengapresiasi prestasi yang ditorehkan lima atlet Bali dalam ajang Asian Games 2018 yang mampu mempersembahkan total 4 medali (dua emas, satu perak dan satu perunggu). Hal ini juga tidak terlepas dari pembinaan dan pendampingan jajaran KONI bersama cabang olahraga (cabor) bersangkutan. “Bali sudah meraih prestasi luar biasa pada Asian Games dimana lima atlet meraih medali. Keberhasilan ini menjadi momentum pemacu semangat seluruh jajaran KONI Bali bahwa Bali mampu menunjukkan prestasi olahraga,” papar Gubernur. Serangkaian HUT ke-80 KONI yang digelar KONI Bali sebelumnya juga digelar sarasehan keolahragaan, serta senam dan kerja bakti di areal GOR Ngurah Rai. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!