Puji Selly, Ali Sebut Enggak Pakai Deklarasi Umumkan Bacawagub

MATARAM, POS BALI ONLINE – Salah satu bakal calon Gubernur NTB, Dr H. Ali Bin Dachlan, mulai berani buka-bukaan soal figur bakal pendampingnya guna mengarungi kontestasi Pilkada NTB tahun 2018 mendatang. Bahkan, ia memuji kiprah Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani MSi yang digadang-gadang bakal menjadi fi gur bakal calon wakil gubernur (bacawagub).

Selain itu, Ali menegaskan dirinya tidak akan menggunakan pola deklarasi guna menghadirkan banyak orang sekadar untuk mengumumkan bacawagub pendampingnya. “Saya enggak pakai deklarasi ya. Yang jelas, saya senang juga dengan figur perempuan, saya senang tidak ada batas antara perempuan dengan laki-laki,” ungkap Ali BD di Mataram, Rabu (23/8).

Ia mengaku, dukungan PDIP yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Rakerda lalu guna menetapkannya sebagai bacagub NTB, sangat diatensinya. Bahkan, dengan menggandeng figur seorang perempuan dari kalangan PDIP yang diusung sebagai pendampingnya, dinilai sangat wajar.

“Kan PDIP itu adalah partai besar dengan kader-kader yang besar. Bagus ya, jika saya disandingkan dengan perempuan, apalagi dia dari kalangan birokrasi. Jadi nyambunglah,” tegas Bupati Lombok Timur itu.

Meski sudah mendapatkan dukungan dari partai besar sekelas PDIP, Ali BD mengaku tetap akan melaju lewat jalur independen. Pilihan PDIP yang mendukungnya sebagai calon gubernur itu diartikan mendukung dari kendaraan perorangan.

“Itu artinya partai mendukung calon perorangan dan itu bagus ya! Kalau ada partai-partai lain yang mendukung independen itu juga bagus,” ujar Ali.

Menurutnya, pilihan politik partai mendukung independen dianggap sah dan diperbolehkan secara aturan. Menurut Amaq Asrul, antara dirinya dengan PDIP itu sudah nyambung, karena sama-sama sedang berada pada garis kekuasaan.

PDIP, kata dia, sebagai partai penguasa dan dirinya sebagai bagian dari kekuasaan di Lombok Timur. Partai-partai lain juga diketahui banyak yang menjadi pendukung dari penguasa. Sehingga, komunikasi politik yang dibangun selama ini dikatakan biasa-biasa saja.

“Tapi, kemunculan fi gur-fi gur perempuan sebagai calon pemimpin pun sangat baiklah. Kan itu bagian menunjukkan adanya kesetaraan gender,” kata Ali.

Dalam suksesi kepemimpinan, pesta demokrasi, pilihan kendaraan politik menggunakan independen ataupun partai politik menurut Ali BD bersifat teknis. Tujuannya adalah sama, yakni sama-sama memilih pemimpin. Oleh karena itu, tidak dilaluinya proses pendaftaran karena dianggap partai bukanlah sekolahan. “Partai kan bukan sekolahan, masa kita harus daftar,” ungkapnya.

Sebaliknya menurut dia, cara paling benar dalam proses pemilihan pemimpin, partai politik yang mencari fi gur terbaik. Partai harus aktif mencari pemimpin terbaik dan bukan dengan cara membuka pendaftaran. Cara inilah yang sudah dilakukan PDIP, yakni mencari calon pemimpin yang dianggap paling bagus.

PDIP itu dianggap bagus, karena tidak menyuruh orang mendaftar. Partai juga kemudian memilih kader-kader bangsa yang terbaik. Bukan memilih kader golongan atau kelompok. “Bicara pimpinan itu kader bangsa,” tandas Ali BD. 031

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *