PSSI Seleksi 4 Calon Pelatih Timnas , Empat Kandidat Adu Kuat

posbali.id

 
                      

PERSATUAN Sepakbola Seluruh Indonesian (PSSI) saat in tengah membidik empat calon pelatih yang akan dipilih untuk  menangani tim nasional (timnas) lewat tim panel yang dibentuk Komite Teknik PSSI.

Nama empat kandidat terpilih itu sudah tak asing di dunia sepakbola nasional, baik sebagai pemain maupun pelatih di level nasional. Seperti; Indra Sjafri yang saat ini melatih Bali United, Rahmad Darmawan (T-Team Malaysia), Nil Maizar (Semen Padang) dan Rully Nere yang sempat melatih sejumlah klub, terakhir Persinga Ngawi.

Proses seleksi telah digelar sejak Rabu (1/6) dengan melakukan presentasi di depan tim panel Komite Teknik PSSI dengan anggota Benny Dollo, Emral Ebus, Danurwindo, Rudy Keltjes dan Sutan Harhara dilaksanakan di Sekretariat PSSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Keempat kandidat harus adu kuat untuk mempresentasikan visi, misi dan strategi serta agenda-agendanya dalam membentuk timnas yang sesuai dengan tuntutan dan tantangan jelang mengikuti sejumlah kompetisi regional dan internasional kedepan.

PSSI bagai berpacu dengan waktu untuk menentukan pelatih skuad Garuda (senior) dan Garuda Muda (yunior). Membentuk timnas adalah salah satu amanat FIFA kepada PSSI setelah pencabutan sanksi per 13 Mei 2016 lalu.

Dalam kondisi organisasi mati suri tanpa kompetisi nyaris setahun terakhir, PSSI tentu sulit memiliki tim tanggung yang siap berlaga di ajang kompetisi. Persiapan pun mepet, karena medio September akan digelar Piala AFF U-19n di Vietnam dan tim senior harus mulai berlaga di ajang Piala AFF 2016 pada bulan November.

 

Sekjen PSSI Azwa Karim menjamin, tim panel yang akan memilih kandidat terbaik dari empat calon pelatih lokal tersebut.”Jika dipandang perlu bukan mustahil PSSI akan menyeleksi sejumlah pelatih asing yang sesuai dengan kreteria yang dirumuskan Komite Teknik PSSI,” paparnya.

Dijelaskan, pihak PSSI memilih seleksi terbuka untuk menghindari polemic atau kontraversi yang sering terjadi di kalangan masyarakat. “Jadi PSSI sengaja tidak memilih sistem penunjukkan langsung untuk pelatih timnas saat ini.”

Azwa Karim menambahkan, empat kandidat tersebut tidak saja dipersiapkan untuk menangani tim senior, tapi juga tim yunior seperti U-19 untuk persiapan jelang Piala AFF U-19 di Vietnam, September nanti.

Namun,  dalam proses tersebut, Rully Nere  salah seorang kandidat yang diundang PSSI tidak datang. Sekjen PSSI Azwa Karim menegaskan kepada media pihaknya akan kembali mengundang mantan bintang timnas yang juga dikenal cukup berpengalaman sebagai tim pelatih timnas muda maupun senior.

Sedangkan, Sutan Harhara yang semula berstatus sebagai anggota tim panel seleksi, kini justru diplot menjadi kandidat calon pelatih U-19. “Saya kaget setelah diberitahu perubahan posisi itu. Tapi, jika terpilih saya siap mengabdi pada perkembangan sepakbola nasional,” ujarnya.

Mantan pemain, pelatih dan komentator sepakbola nasional ini mengungkapkan, jika dipercaya melatih Garuda Muda pihaknya akan menggunakan basis pemain U-19 yang telah dirintis pelatih sebelumnya, Fachri Husaini. “Saya tentu harus melakukan evaluasi dan lebih memantapkan prestasi timnas muda yang sudah dicapai saat ini.”

Sekjen PSSI Azwa Karim juga mengungkapkan, walau pihak tim panel mengaku puas dengan presentasi dari visi dan misi para kandidat pelatih, bukan mustahil PSSI akan memanggil sejumlah nama kandidat pelatih lagi sesuai saran tim panel.“Penentuan nama calon pelatih timnas akan diputuskan melalui rapat komite eksekutif yang akan digelar paling cepat minggu depan,” tambahnya pus/dbs

………………..

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!