Proyek Pemasangan Kabel Timbulkan Limbah

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Proyek pemasangan kabel bawah tanah di jalan Dharmawangsa, mendapatkan sorotan dari masyarakat sekitar. Pasalnya pemasangan kabel dengan cara bor tersebut menimbulkan limbah berwarna coklat yang mengalir ke parit dan sungai, serta pasir yang menumpuk di aliran sungai. Kabarnya proyek tersebut milik PLN yang dikerjakan oleh pihak rekanan terkait.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan dikonfirmasi Senin (11/2) tidak memungkiri hal tersebut. Bahkan pihaknya mengaku sudah mengeluarkan teguran keras dan akan menjatuhi sanksi pemberhentian operasi pengerjaan oleh pihak pengelola.  Pihaknya mengaku mendapatkan laporan itu dari masyarakat, terkait aktifitas pembuangan limbah. Dari informasi di lapangan proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Centra Multi Elektrik NDO. Dimana limbah yang dihasilkan berupa material pasir atau limestone yang mengalir ke sungai ditakutkan akan merusak alam sekitar dan menyebabkan pendangkalan aliran sungai, jika itu mengering. “Kawasan terkena dampak dari limbah proyek itu berlokasi di depan STP. Olahan limbah berupa air keruh disertai pasir itu mengalir di parit dan bermuara di Sungai yang ada disebelah timur,”terang Eka Merthawan.

 

Pihaknya mengaku sudah menurunkan tim ke lokasi, untuk melakukan peninjuan lebih detail. Dari hasil penelusuran, timnya memang menemukan fakta demikian. Karena itulah pihaknya melakukan penghentian aktifitas proyek sepenuhnya, karena terbukti melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 20 Ayat 2, tentang limbah olahan dan terancam kurungan 5 tahun penjara atau denda sebesar Rp 3 miliar. Pihak DLHK juga sudah melayangkan surat kepada PLN dan pengelola, untuk menerima langsung sanksi yang akan diserahkan di kantor DLHK Badung pada Selasa pagi. “Kami memberikan waktu selama dua bulan kepada pihak pengelola, untuk melakukan pembersihan kembali lingkungan yang sudah tercemari. Proses pengerjaan baru bisa dilanjutkan setelah ada bak penampung limbah,”tegasnya.

 

Pihaknya mengaku sangat menyayangkan pengerjaan proyek terkait, sebab dimana setiap pengerjaan proyek harus punya SOP yang jelas. Namun sayangnya proyek tersebut justru tidak menyediakan bak penampung limbah dan semena-mena membuang ke laut. Hal itu ditegaskannya sudah merusak dan menyalahi aturan. “Kami sangat menyayangkan hal ini, biasanya PLN sangat menyeleksi dengan baik pihak ketiga dalam pengelolaan proyeknya. PLN juga seharusnya punya green projek (proyek berbasis ramah lingkungkung),”sentilnya.

 

Sementara Manager PLN Area Kuta Selatan, I Putu Karyana dikonfirmasi terpisah engan merinci lebih jauh permasalahan terkait. Ia mengaku bahwa pengerjaan itu dilakukan oleh PLN UIP Mengwi dan mengarahkan hal itu ditanyakan langsung di UIP Kapal, Mengwi. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!