Proses kepulangan delegasi IMF yang overstay di Bali disajikan parade kontemporer

posbali.id
Triwulan III 2018 (Januari-September), Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai tmelayani 4,6 Juta Wisatawan Mancanegara

MANGUPURA, POS BALI – Setelah sukses dalam menghandle proses kedatangan kontingen dari peserta annual meeting IMF World Bank 2018, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Rabu (17/10) menggelar parade kostum kontemporer tradisonal di terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan, selama periode kepulangan para anggota delegasi. “Parade kostum ink menampilkan enam tema, yaitu The Goddes of Oceania Baruni, The Warior of Keris, The Mystical of Paksi Ireng, The Pure Love of Ratih, The Majesty of Rumah Gadang dan The Goddess of Plants Sangkara. Semuanya menggambarkan pesan mendalam untuk bersama-sama menjaga keseimbangan alam dan budaya sebagai warisan leluhur,”terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi.

 

Selain dalam rangka memberikan kesan kepada proses pulangnya delegasi IMF, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan keanekaragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Pihaknya juga mengaku menyiapkan kegiatan dan beberapa program interaktif lainnya seperti mewarnai mural raksasa, art palm tree yang mengajak para pengguna jasa bandara untuk menyematkan kain perca batik pada beberapa pohon palem yang terbuat dari botol minuman bekas. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan memberikan pengalaman unik dan berkesan bagi para pengguna jasa bandara ini. Bagi mereka yang berpartisipasi, disediakan hadiah berupa voucher belanja di tenant bandara,”paparnya.

 

Sebelumnya General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi menerangkan hingga Triwulan III 2018 (Januari-September), Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai telah melayani 4,6 Juta Wisatawan Mancanegara. Dimana pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara di selama sembilan bulan 2018 sebanyak 251.639 jiwa.
“Ada kenaikan jumlah wisatawan sebesar 5,68 persen dibandingkan periode pencatatan selama sembilan bulan di tahun lalu,”sebut Yanus.

 

Dipaparkannya wisatawan Cina masih menjadi negara penyumbang turis terbesar di Bali, dengan jumlah sebanyak 129.279 wisatawan pada bulan September atau total 1.101.721 jiwa hingga bulan September 2018. Meskipun jumlah pengunjung Bali asal Negeri Tirai Bambu pada bulan September turun sebesar 6,48 persen dibanding kunjungan di bulan Agustus, namun dominasi turis Cina masih bertahan pada angka persentase sebesar 23,54 persen. Sementara pada urutan dua dan tiga negara penyumbang wisatawan terbanyak hingga September 2018 masih ditempati Australia dan India, masing-masing dengan jumlah wisatawan sebesar 884.062 dan 268.112 jiwa. “Secara umum, angka wisatawan dari 10 besar negara penyumbang pelancong mancanegara di Bali pada September tahun ini tercatat mengalami kenaikan. Total kenaikan jumlah wisatawan di bulan September 2018 dibanding September tahun lalu adalah sebesar 9,58 persen atau 52.243 wisatawan,”paparnya.

 

Tidak dipungkirinya, ada tiga negara yang mengalami penurunan jumlah wisatawan, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan India. Namun kenaikan terbesar dialami oleh Malaysia, dengan kenaikan sebesar 22,78 persen atau sejumlah 3.461 wisatawan, jika dikomparasi dengan pencatatan September tahun lalu denhan bulan September tahun ini. Mengekor di urutan kedua dan ketiga adalah Amerika Serikat dan Australia. Wisatawan asal Negeri Paman Sam naik sebanyak 3.030 jiwa, atau naik 18,11 persen, disusul Negeri Kanguru Australia yang menyumbang kenaikan jumlah wisatawan bulan September sebesar 9.983 jiwa, atau naik 9,61persen dibanding September tahun lalu.

 

Perhelatan IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 diakuinya cukup ikut andil dalam kenaikan tersebut. Ssbab total delegasi itu berjumlah 36 ribu orang, di mana 15 ribu di antaranya adalah delegasi dari mancanegara. Trend peningkatan tersebut diakuinya masih berpotensi terjadi, karena pada akhir Oktober nanti, Bali akan kembali menjadi tuan rumah pagelaran internasional Our Ocean Conference 2018. Yaitu konferensi antar negara yang membahas masa depan kelautan dunia, dimana akan ada 700 delegasi dari sekitar 60 negara peserta. Dimana konferensi yang akan dihadiri oleh berbagai sektor, baik pemerintahan, akademisi, jurnalis, serta lembaga non-pemerintahan (Non-Governmental Organization), diprediksi akan menyumbang jumlah wisatawan mancanegara yang cukup signifikan. ‚ÄúNovember nanti akan kita lihat seperti apa statistik wisatawan mancanegara untuk bulan Oktober, setelah selesainya penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group, serta penyelenggaraan Our Ocean Conference pada akhir Oktober nanti,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!