Program Selamat Tinggal Sampah Plastik Dipertanyakan dan Retribusi City Tour Jebol 50 %

KLUNGKUNG, POS BALI – Setelah PDIP mempertanyakan program Unggul dan Sejahtera yang dimiliki Pemkab Klungkung di era kepemimpinan Bupati Nyoman Suwirta, kini giliran Partai Hanura dan Golkar juga mempertanyakan kondisi TPA Sente yang diproklamirkan dengan sebutan Selamat Tinggal Sampah Plastik. Dimana Putu Sri Handayani dari Fraksi Partai Hanura mempertanyakan seberapa jauh Klungkung terhindar dari serbuan sampah plastik setiap harinya.

“Inovasi apa yang saudara lakukan dalam RAPBD 2018,” tanyanya ke Bupati Suwirta, Senin (13/11).

Pertanyaan yang sama juga diajukan anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Golkar, I Wayan Tugas ke Bupati Suwirta. Dimana Wayan Tugas menanyakan langkah apa saja yang telah dilakukan terhadap program kebersihan atau kelestarian lingkungan dan sejauh mana rencana pembangunan TPA Kabupaten Klungkung, mengingat TPA Sente di akhir tahun 2017 sudah akan ditutup.

Dalam kesempatan itu, Suwirta menjelaskan selamat tinggal sampah plastik adalah brandingnya untuk mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga lingkungan. Terkait langkah-langkah yang kita lakukan untuk bebas dari sampah plastik, kata Suwirta dengan membuat TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) dan menjadikan sampah sebagai sumber listrik. Hal ini sudah dikerjasamakannya dari sekolah tinggi listrik di Jakarta dengan PLN yang sekarang sedang bekerja di wilayah Takmung, Banjarangkan.

“Saya yakin masalah sampah plastik dan organik tidak akan menjadi masalah lagi dan akan selesai,” ujarnya seraya menyebut saat ini tempat pembuangan sampah kita telah dilakukan di TPA Suwung dan kita sudah diberikan ijin untuk membuangnya disana.

Setelah masalah sampah usai dibicarakan, anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Golkar I Wayan Tugas juga menyidir program city tour di Klungkung. Menurutnya, setelah diadakan evaluasi hasilnya ternyata sangat kedodoran dan amat mengecewakan karena pemasukan retribusi dari program itu dinilainya telah jebol hingga 50 persen. Padahal city tour ini dikonsep secara khusus dengan sarana dan prasarana yang istimewa.

“Mohon penjelasan Bupati untuk mengangkat kembali  program prioritas ini sebagaimana yang diharapkan,” mintanya.

Mendengar hal itu, Suwirta secara singkat menegaskan city tour memang belum berjalan, karena baru dilaunching dan program ini perlu dikawal.

Perjalanan untuk membangun Klungkung yang lebih unggul dan sejahtera memang menjadi sorotan anggota dewan. Belum lagi dalam rapat paripurna itu, Fraksi Partai Demokrat melalui I Wayan Joniarsa menyebutkan Pemkab Klungkung menjadi PHP kepada masyarakat, ketika realisasi Hibah Bansos tahun 2016 dan 2017 belum dilaksanakan.

“Janji adalah hutang, janganlah Pemkab Klungkung menjadi PHP kepada masyarakat,” katanya.

Sementara Fraksi Partai Gerindra yang merupakan partai pemerintahan di Klungkung ternyata ikut mengkritisi Pemkab Klungkung. Menurut A.A Gde Sayang Suparta dari Gerindra bahwa masalah PAD (Pendapatan Asli Daerah) ternyata ada yang belum berkontribusi. Sebut saja seperti PDAM yang dilihatnya belum berkontribusi. Padahal PDAM sudah menciptakan keuntungan sebesar Rp 6 M.

“Mestinya sesuai Perda yang melandasi pembentukannya harus sudah disetor ke kas daerah sebesar 55 persen dari keuntungan,” kritisnya.022

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *