Prof. Ngurah Sudiana: Aset PHDI Masih Bisa Diselamatkan

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali akhirnya angkat bicara terkait aset yang dimiliki majelis tertinggi Umat Hindu tersebut. Menurut Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana M.Si, beberapa aset yang kini keberadaannya saru gremeng masih bisa diselamatkan asalkan Tim Aset PHDI Pusat melakukan pendekatan persuasif dengan elegan dan maksimal.

‘’Aset-aset PHDI yang tak jelas keberadaannya itu, sebenarnya bisa diselamatkan. Apalagi, aset tersebut sebelumnya memang milik PHDI,’’ kata Prof Sudiana, Minggu (2/7).

Dia menyebutkan, aset parisada ada yang berbentuk Yayasan, Badan Usaha, dan tanah, seperti RSU Dharma Yadnya, UNHI, PT Mabhakti, STIMI Handayani, Lahan Sekretariat PHDI Bali di jalan Ratna dan lainnya. Namun demikian, keberadaannya hanya berupa kabar saja, karena PHDI Bali tak dilibatkan dalam Tim Aset bentukan PHDI Pusat tersebut. “Saya terbatas untuk mengetahui asetaset PHDI. Karena tak dilibatkan di dalam, termasuk progres sejauh ini seperti apa, saya tidak tahu,” katanya.

Dia mengatakan, untuk yayasan bernuansa Hindu masih bisa didekati untuk PHDI. Ia juga mengingatkan bahwa langkah hukum tak bisa diterapkan kepada aset-aset yang baru “diduga” milik PHDI. Karenanya, Tim Aset harus serius menelusuri jejak dan bukti-bukti mengenai aset-aset dimaksud sehingga tidak memunculkan masalah dikemudian hari. “Kalau bisa di cek riwayatnya tak apa-apa. Tapi kalau yang tak ada, nanti mempermalukan PHDI. Karena itulah, penelurusan itu penting dan data-datanya harus akurat,” ucapnya.

Sampai sejauh ini, Tim Aset PHDI Pusat, dinilai sudah bekerja. Namun apa kelanjutannya, itu yang tidak diketahuinya sehingga langkah dan proses penyelamatan aset tersebut tidak diketahuinya.

Menurut Guru Besar IHDN Denpasar ini, aset-aset PHDI yang berpotensi diselamatkan yakni PT Mabhakti dan Yayasan Pendidikan Widya Kertih (UNHI). Sementara RSU Dharma Yadnya yang berada di bawah Yayasan Dharma Usada Resi Markandeya harus berjuang dengan keras karena diduga telah berpindah tangan. ‘’Saya tak tahu secara mendalam soal RSU Dharma Yadnya,’’ katanya.

Ia mengakui Tim Aset PHDI Pusat sempat berkomunikasi dengan pihaknya. Itu pun sebatas revitalisasi gedung Kantor PHDI Provinsi Bali. Selebihnya, kata dia tak ada.

Dikonfi rmasi secara terpisah sore, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya yang dihubungi melalui no handphone, tak aktif. Beberapa kali dihubungi dari siang juga tak ada respon apapun. Begitupun Tim Aset PHDI beberapa hari ini tak merespon telephone dari Koran ini. 008

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!