Presiden: Segera Telusuri Pernyataan Freddy Budiman

posbali.id

Kongres AACC Dibuka di Nusa Dua

 

NUSA DUA, POS BALI ONLINE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pernyataan gembong narkoba Freddy Budiman kepada Koordinator KontraS Haris Azhar agar segera ditelusuri. “Ya ditelusuri, diungkap dan diproses kalau benar sesuai dengan apa yang disampaikan,” kata di BNDCC, Nusa Dua, Kamis (11/8) kemarin.

Polri membentuk Tim Independen guna menelisik kebenaran informasi dalam artikel Haris Azhar berjudul “Cerita Busuk Dari Seorang Bandit” berdasarkan hasil wawancara dengan terpidana mati Freddy Budiman di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tahun 2014.

“Semakin banyak pakar yang punya kemampuan mengungkap itu, silakan masuk dalam tim yang sudah dibentuk,” kata Jokowi seraya mempertanyakan mengapa kasus tersebut baru diungkap sekarang. “Kenapa enggak dibuka dari dulu-dulu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi setelah membuka Kongres Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis Se-Asia atau The Association of Asian Constitutional Court and Equivalent Instutution (AACC) dengan tema “Pemajuan dan Perlindungan Hak-hak Konstitusional Warga Negara”.

“Reformasi konstitusi di Indonesia dimulai tahun 1999 telah menempatkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada posisi yang sangat strategis. MK berkewajiban mengawal dan menjaga konstitusi,” kata Jokowi dalam sambutan pembukaan Kongres AACC tersebut.

Menurut Presiden, kehadiran MK dimandatkan untuk menjaga harmoni dan konsistensi tata hukum negara melalui pengkajian dan penyeimbangan kepada para cabang kekuasaan negara. Dia juga menyatakan harapannya agar konsistensi undang-undang dengan Undang-Undang Dasar terus membaik dan berkualitas.

“Saya yakin kongres ini akan menghasilkan terobosan bagi perkembangan demokrasi konstitusionalisme dan peradaban konstitusi serta bagi penegakan hukum yang menyejahterakan, yang memberi rasa aman dan rasa keadilan,” kata Jokowi.

Kongres AACC ke-3 tersebut dilaksanakan pada 9-13 Agustus 2016 oleh 14 dari 16 negara anggota, yaitu Indonesia, Afghanistan, Kazakhstan, Azerbaijan, Filipina, Tajikistan, Turki, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Rusia, Thailand, Kyrgyzstan, dan Myanmar. Sementara, Pakistan dan Uzbekistan tidak dapat menghadiri acara tersebut.

Kongres pertama dilakukan oleh asosiasi di Korea Selatan pada Mei 2012 dan kongres kedua diselenggarkan di Turki pada April 2014. Dalam pertemuan sebelumnya, negara anggota menyepakati pembentukan sekretariat bersama AACC dengan tiga negara anggota yang akan menjalankan fungsi kesekretariatan di bidang yang berbeda, yaitu Indonesia, Korea Selatan dan Turki. Dewan anggota AACC juga menyetujui bahasa Rusia sebagai bahasa kerja melengkapi bahasa Inggris karena sejumlah negara anggota menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa resmi.

Dalam kongres tersebut juga akan dibahas mengenai amandemen statuta AACC, Deklarasi Bali, serta pemilihan Presiden AACC periode 2016-2018 pada Jumat (12/8) hari ini. Usai menghadiri acara tersebut, Presiden dijadwalkan kembali ke Ibu Kota, Jakarta.

Di bagian lain, Jokowi juga mengapresiasi terpilihnya Indonesia khususnya Bali sebagai tuan rumah bagi pertemuan AACC. Jokowi mengakui bahwa Indonesia sebagai bangsa besar dengan kemajemukannya adalah bangsa yang mencintai perdamaian dan selalu berusaha menjamin rasa aman berikut hak konstitusi warganya. “Indonesia hingga saat ini terus bekerja keras untuk memenuhi hak konstitusional warganya hingga bisa terpenuhi. Apalagi reformasi konstitusi di tahun 1999 telah menempatkan Mahkamah Konstitusi (MK) RI di posisi yang strategis,” bebernya.

Ketua MK RI sekaligus ketua panitia Arief Hidayat melaporkan bahwa acara ini merupakan kali ketiga dan Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah juga karena saat ini MK RI terpilih sebagai Presiden AACC periode 2014-2016 yang ditetapkan pada kongres ke-2 AACC di Istambul, Turki, Mei 2014.

Dalam kesempatan itu, Arief Hidayat memaparkan bahwa meskipun masing-masing negara memiliki sistem hukum dan institusi yang berbeda namun gagasan untuk menjamin hak konstitusional warga negara pada prinsipnya adalah sama. inilah yang melandasi terbentuknya pengadilan konstitusi di semua negara.

Pengadilan konstitusi itu bertanggung jawab untuk mengawal demokrasi melalui dukungan secara prosedural maupun substantif. dukungan prosedural tersebut terwujud dalam peran yang dimiliki oleh sebagian besar lembaga pengadilan konstitusi untuk menyelesaikan kasus-kasus perselisihan pemilihan umum. sedangkan dukungan substantif antara lain terwujud dalam kewenangan pengadilan konstitusi untuk mengontrol produk-produk hukum yang dihasilkan oleh lembaga legislatif.

Dalam pembukaan kongres ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebagai tuan rumah juga berkesempatan memberikan sambutan selamat datang bagi para delegasi. Dia mengungkapkan rasa bangganya karena terpilihnya Bali sekali lagi sebagai tuan rumah konferensi bertaraf Internasional. Bali telah beberapa kali berhasil menjadi tuan rumah dan posisi Bali di dunia internasional sudah semakin diperhitungkan.

Melalui acara itu, Gubernur Pastika juga berkesempatan mempromosikan Bali kepada para delegasi. Menurutnya Bali yang juga dikenal sebagai pulau Dewata, Pulau Surga, Pulau Demokrasi hingga pulau cinta memiliki banyak potensi untuk dijelajahi. Untuk itu dia mengajak para peserta untuk menyempatkan diri mengunjungi objek-objek pariwisata yang terkenal dan tentu saja menghadiahi souvenir khas Bali bagi kerabat di negaranya masing-masing. ant/dbs

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!