PPDM Ristekdikti 2017 di Desa Adat Kutuh

posbali.id
Dampingi Kutuh meraih Desa terbaik Nasional

MANGUPURA, POS BALI – Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung telah berhasil mengharumkan nama Bali, yaitu dengan menjadi
juara pertama lomba desa terpadu tingkat nasional regional II Jawa Bali tahun 2017. Namun dibalik pencapaian tersebut tidak dipungkiri banyak pihak yang tentu telah memberikan kontribusi kepada desa Kutuh, salah satu program yang memberikan sumbangsih terhadap prestasi tersebut adalah Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kementrian Ristekdikti yang sedang diimplementasikan di Desa Kutuh.

 

Salah seorang dosen senior Unmas Denpasar, Dr. I Drs. Made Wena, M.Si menerangkan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kementrian Ristekdikti merupakan tindak lanjut kerjasama antara Desa Adat Kutuh dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Dimana pada tahun 2016 lalu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmas Denpasar mengusulkan kepada Kementrian Ristekdikti, terkait program pengabdian masyarakat multi tahun dengan judul Iptek Bagi Desa Mitra (IBDM) Desa Adat Kutuh Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali menjadi Desa Wisata Berbasis Adat dan Budaya yang Mandiri dan Sejahtera. “Kami bersyukur usulan kami bisa diterima, sehingga mulai Bulan Maret 2017 Program Pengembangan Desa Mitra mulai dikerjakan di desa kutuh,”terang pria yang kebetulan juga merupakan Bendesa Adat Kutuh ditemui Minggu (5/10) kemarin.

 

Sebagai  Ketua Tim Pengusul PPDM, Wena dibantu oleh Dr Lanang Sukawati Putra Prabawa dari kajian bidang hukum dan Dr Darsana pada kajian manajemen usaha. Dimana usulan tersebut diajukan mengingat Desa Kutuh pada tahun 2017 mengikuti lomba desa, apalagi pimpinan desa adat dan dinas mendorong program PPDM bisa membantu desa Kutuh untuk meraih sukses dalam lomba desa. Syukur dengan motto Kebersamaan ‘Untuk Kutuh Mandiri dan Sejahtera’, tim PPDM Unmas Denpasar telah mengimplementasikan program-program pada tiga bidang yaitu Bidang Peningkatan SDM, Bidang Hukum, dan Bidang Managemen Usaha. Dimana produk luaran yang berhasil dibuat diantaranya, buku  singkat Mengenal BUMDA dan Buku singkat Pengembangan Wisata Gunung Payung Cultural Park sebagai Inovasi Desa Kutuh. Disamping itu juga ada produk luaran dalam bentuk brosur-brosur wisata, draf perarem standar operasional prosedur managemen pengelolaan wisata Pantai Pandawa, Prototype Website, dan artikel ilmiah. “Produk luaran inilah yang menjadi sumber informasi yang cukup signifikan tentang kutuh sehingga menjadi salah satu faktor penting menjadikan desa kutuh sebagai juara pertama. Tim PPDM Ristekdikti Unmas Denpasar memberikan penilaian bahwa desa kutuh memang layak untuk menjadi yang terbaik, dan layak dijadikan Labsite Desa di Indonesia,”tegasnya sembari menerangkan tahun ini ada 3 konsentrasi yang digarap yaitu wisata gunung payung, paragliding dan pantai pandawa.

 

Sementara kepala Desa Kutuh I Wayan Purja, SE mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada tim PPDM Ristekdikti Unmas Denpasar, karena telah membantu desa Kutuh untuk membuat berbagai produk buku dan lainnya. Dimana hal tersebut sekaligus menjadi penguat terhadap eksistensi kutuh dalam meraih predikat terbaik di nasional. Kedepan pihaknya berharap program PPDM Ristekdikti ini bisa berlanjut pada tahun 2018, sehingga mampu memotivasi desa Kutuh menjadi mandiri dan sejahtera serta mampu mendampingi Kutuh sebagai labsite desa. “Dengan dijadikan Labsite desa, tentu kami akan banyak mendapatkan kunjungan dari berbagai kalangan, termasuk kalangan kampus. Disinilah kami perlu pendampingan juga dari rekan-rekan akademisi Unmas Denpasar untuk menjadi jembatan mewujudkan Desa Kutuh sebagai Labsite Desa yang berkualitas,” pungkasnya. 023

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *