PPDB Online, Disdikpora Larang Sekolah Pungut Biaya

posbali.id

DENPASAR, POS BALI – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terus melakukan evaluasi dan pengawasan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Denpasar.

Plt. Kepala Disdikpora Denpasar,  Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta menegaskan,  tidak boleh ada pungutan biaya apapun dalam penerimaan siswa baru dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kota Denpasar. ”Tidak boleh ada pungutan apapun selama proses PPDB di Kota Denpasar,” tegas Jimmy Sidharta, di Denpasar, Rabu (15/6).

Menurutnya, pelaksanaan PPDB yang dilakukan secara on line telah dilakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK baik Swasta dan Negeri di Kota Denpasar untuk tidak melakukan pungutan biaya dalam penerimaan siswa baru. Sosialisasi secara berkelanjutan kepada pihak sekolah, desa hingga kecamatan untuk tidak melakukan pungutan biaya dalam pelaksanaan PPDB.

Ketentuan ini telah diatur dalam petunjuk teknis pelaksanaan peserta didik baru di Kota Denpasar.Lewat Petunjuk teknis ini telah dilakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah yang ada di empat kecematan se-Kota Denpasar. Dari pendaftaran secara online ini panitia sekolah mencetak tanda bukti pengajuan online yang memuat kode pendaftaran dan menyerahkan langsung kepada peserta didik baru. “Pelaksanaan PPDB di Kota Denpasar seperti tahun-tahun sebelumnya dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanan penerimaan siswa baru yang telah tersosialisasikan kepada pihak sekolah, maupun desa hingga kecamatan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Disamping itu dalam seleksi jalur prestasi yang dimiliki calon peserta didik baru asal Kota Denpasar dilaksanakan melalui seleksi sekolah yang dipilih sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan sekolah masing-masing. “Penerimaan calon peserta didik baru jalur prestasi akademik mapun non akademik berprestasi ditingkat daerah, nasional dan internasional yang ditunjukan dengan sertifikat,” ujarnya.

Pemkot Denpasar juga melakukan seleksi jalur siswa miskin khusus untuk siswa didik asal Kota Denpasar dengan melampirkan Kartu Keluarga, Kartu Pendidikan Sosial dari Kementerisan Sosial RI, fotocopy data penerima beras miskin, surat keterangan anak yatim piatu dari desa/lurah.  “Peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu atau siswa miskin semua tingkatan baik SD-SMA/SMK dibebaskan dari biaya apapun dan diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa. “Kami berharap semua pihak untuk mendukung pelaksanaan PPBD ini sehingga dalam pelaksanaanya dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. 019

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *