Polres Jembrana Grebek Rutan, Cegah Peredaran Narkoba

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI ONLINE – Mengantisipasi peredaran narkoba dan masuknya barang-barang terlarang ke dalam Rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Jajaran Polres Jembrana bekerja sama dengan jajaran TNI, menggelar aksi inspeksi mendadak (sidak). Namun, sayangnya dalam sidak tersebut, tidak membuah hasil target utama narkoba. Hanya saja, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang membahayakan, berupa belasan korek api serta sejenis sajam lainnya, yang masih ditemukan berada di sejumlah ruang narapidana.

Dari pantauan POS BALI Jumat (12/8) dalam sidak yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Ketut Sukarta, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra serta puluhan personil dari satuan Reskrim, Intelkam, Shabhara dan Lantas yang bekerjasama dengan Kodim 1617/Jembrana. Dalam melakukan sidak satu persatu blok/ kamar warga binaan di Rutan Negara diperiksa. Tidak hanya barang bawaan saja, melainkan seluruh laci, almari serta tempat tidur hingga bantal milik warga binaan. Alhasil, petugas hanya berhasil menemukan senjata tajam berupa alat cukur, pemotongan kuku yang disembunyikan dalam laci. Selain itu, petugas juga menemukan sebanyak belasan korek baik gas maupun kayu serta kartu judi. Selain diblok/kamar narapidana, pemeriksaan juga sempat dilakukan di seluruh areal, termasuk kantin.

Selain melakukan pemeriksaan di masing-masing blok/kamar warga binaan, petugas juga mengambil sampel secara acak terhadap 5 orang warga binaan yang terjerat kasus narkoba. Adapun hasil tes urine yang dilakukan petugas terhadap 5 orang napi tersebut hasilnya semua negative.

Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Ketut Sukarta mengatakan, sidak yang dilakukan pihaknya ini, guna mengantisipasi adanya warga binaan yang membawa senjata tajam, senjata api hingga narkoba. Selain itu, giat ini juga dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah bentrok antar warga binaan didalam rutan ini. “Dalam sidak ini kita tidak menemukan indikasi warga binaan yang membawa Handphone kedalam rutan. Giat ini akan rutin dilakukan dengan jadwal yang tidak ditentukan,” katanya.

Meski tidak menemukan indikasi narkoba, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang berbahaya di dalam blok/kamar warga binaan. Diantaranya, berupa 1 buah alat cukur, 1 buah pemotongan kuku, 17 korek gas dan 2 buah korek kayu serta 5 set kartu judi cekian. Kebanyakan barang terlarang di dalam blok/kamar tersebut, ditemukan tersembunyi di bawah kasur di dalam blok/kamar warga binaan. “Semua ini sebenarnya dilarang. Selanjutnya, barang-barang ini akan kami serahkan kembali ke pihak Rutan, biar dimusnahkan,” Jelas Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Ketut Sukarta.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Rutan Kelas II B Negara, Anak Agung Ngurah Putra melalui Kepala Pengamanan Rutan, Nyoman Sudiarta mengatakan, selama ini pihaknya berusaha melakukan pengawasan yang ketat dengan melakukan pemeriksaan terhadap aktifi tas keluar masuk para narapidana begitu juga dengan kerabat atau keluarga para narapidana yang membesuk. Meskipun, rutan ini overload dari kapasitasnya yang seharusnya 90 orang kini dihuni 130 orang selama ini aman-aman saja. ”Sampai saat ini meskipun rutan Negara ini overload namun tidak ada potensi kerawanan dari dalam rutan,” katanya.

Dari data Rutan Kelas II B Negara, terdapat sebanyak 55 orang warga binaan yang diajukan untuk mendapatkan remisi umum, serangkaian HUT Kemerdekaan RI Ke 71. Ke 55 orang yang telah diajukan remisi ke Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali itu masingmasing 53 orang narapidana umum dan 2 orang narapidana khusus narkotika. Untuk narapidana kasus korupsi tidak ada yang mendapat usulan remisi. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah usulan remisi yang disetujui karena SK Remisi tersebut belum diterima pihak Rutan Negara. Remisi akan diserahkan kepada para narapidana pada 17 Agustus mendatang. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!