Polda Bantah Sketsa Wajah Pelaku Perampasan Senjata Brimob

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Penyidik Polda Bali dikejutkan dengan beredarnya sketsa wajah pelaku yang tersebar luas baik di media sosial maupun di media mainstream. Wajah pelaku yang mirip dengan perawakan dari Timur Tengah ini dibantah penyidik dari Polda Bali.

Direktur Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya mengklarifi kasi terkait beredarnya sketsa wajah tiga WNA diduga perawakan Timur Tengah pelaku penyerang dan perampas senjata jenis SS1V1 yang sebelumnya ditulis AK 101 milik anggota Brimob Polda Bali Brigadir I Bagus Suda Suwarna pada Selasa (8/8) lalu saat tugas pengamanan di Hotel Ayana, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Sampai saat ini Polda Bali mengaku masih fokus melakukan penyelidikan, dan belum menyimpulkan terduga pelaku. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi korban yang hingga saat ini masih dirawat di RS Trijata, Polri. “Sampai saat ini kami masih melakukan olah TKP dengan menghadirkan korban. Dan hingga saat ini kami masih dalam tahap menganalisa bahan yang kami dapatkan. Sementara pelakunya belum kami dapatkan,” ujarnya di Mapolda Bali, Jumat (11/8).

Setelah mendapatkan keterangan dari saksi korban barulah mencocokkan dengan bukti keterangan saksi-saksi lain, dan memeriksa CCTV. Adapun sketsa wajah dan imbauan dari Kapolsek Kuta Selatan yang beredar di media sosial mengaku tidak mengetahuinya. Hasil pemeriksaan sementara baru bisa dipastikan jika motifnya adalah pencurian dengan kekerasan. Saat ini pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman terkait keterangan korban yang masih berubah-ubah.

Keterangan yang berubahubah itu, lantaran korban mengalami muntahan darah. Sementara soal muntahan darah korban, pihaknya memastikan bahwa tidak ada indikasi korban diracun. Ia mengakui, kesulitan yang dialami Polda Bali lantaran minimnya alat bukti dan keterangan korban yang tidak konsisten serta minimnya saksi lain di lokasi. “Kami masih dalam tahap analisa, kita belum pada kesimpulan, jadi saya hanya menyatakan mohon bersabar kami masih pelajari korban sendiri masih dirawat di RS. Jadi jangan dulu menyimpulkan kita belum tahu kejadiannya masalahnya yang tahu sebenarnya itu kan korban sendirian di TKP. Jadi yang tahu itu korban sendiri, sekarang keterangan korban masih berubah-ubah, tidak konsisten. Dan menurut keterangan dokter, terjadi penggumpalan darah di kepala,” ucapnya.

Adapun beredarnya isu sketsa wajah tiga pelaku WNA Timur Tengah, pihaknya membantah jika ketiga orang tersebut adalah pelakunya. Pasalnya, keterangan dari korban masih berubah-ubah karena itu harus dipastikan terlebih dahulu kebenaran keterangan saksi korban, termasuk adanya perampasan senjata itu juga masih diselidiki apakah benar atau rekayasa. “Itu tidak benar seperti foto yang beredar itu kasihan kan kalau itu tidak benar. Kita juga memastikan apakah benar terjadi peristiwa perampasan senjata itu, apakah dia mengadangada apakah benar adanya,” imbuh Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja.

Karena itu, pihaknya meminta dokter Polri untuk memeriksa psikologi dari korban. Pasalnya keterangan korban masih berubah- ubah. “Kita minta dokter untuk periksa psikologi korban, soal dia bohong itu juga kita masih pelajari.” ujar Hengky. sin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *