Pohon Tumbang di Kuta, dan banjir di Kutsel

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan Kuta dan Kuta Selatan, Senin (21/1) sore hingga malam hari. Dari informasi yang berhasil dirangkum, sejumlah titik genangan air tak dapat terhindarkan adanya, seperti di kawasan Bypass Mumbul, jalan Uluwatu Ungasan (dekat simpang nirmala), jalan Kartika Plaza. Beruntung ketika hujan reda, air dengan cepat surut. Namun karena cuaca tersebut sebuah tiang listri milik PLN diketahui roboh di jalan pantai Selatan Ungasan, selain itu sebuah pohon besar juga menimpa sebuah warung di Kuta.

 

Lurah Kuta, Wayan Daryana dikonfirmasi, Selasa (22/1) menerangkan kejadian pohon tumbang yang ada di wilayah Kuta terjadi sekitar pukul 19.30 wita (Senin malam). Lokasinya berada di Jalan Nyanyang Sari No 1, Lingkungan Anyar. Pohon tersebut merupakan pohon kayu santen berdiameter 1 meter dengan panjang 20 meter. Pohon tersebut rubuh menimpa sebuah bangunan warung bakso dan warung nasi goreng, milik salah seorang warga Kuta bernama Wirkajaya. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, sementara kerugian atas kejadian itu belum diketahui secara pasti. “Bangunan waruny itu semi permanen, atapnya itu seng. Sementara umur pohon itu sudah puluhan tahun, diduga karena kondisi akar pohon yang lemah dan faktor hujan disertai angin kencang itu membuat pohon rubuh,”ujar Daryana.

 

Lokasi pohon tersebut diakuinya memang berada di pinggir jalan. Namun karena posisi jatuhnya pohon tersebut tidak mengarah ke jalan, maka hal itu tidak terlalu menganggu kondisi lalulintas. Penanganan atas pohon tersebut diletahuinya akan dilakukan Selasa pagi, sebab pada saat kejadian itu kondisinya hujan lebat. “Tim BPBD sudah mengatensi hal tersebut, rencananya pagi ini sudah akan diatensi,”jelasnya.

 

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali, pihaknya mengaku sudah memberikan himbauan dan tekankan kepada warga. Utamanya bagi warga yang disekitar lingkungan tempat tinggal, atau usahanya ada pohon besar. Dimana berkaca pada cuaca saat ini, tentu masyarakat harus lebih waspada. Mengingat kejadian pohon tumbang tidak dapat diprediksi adanya, karena itu tergantung daya tahan pohon itu sendiri. Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan DLHK Badung, agar kondisi pohon perindang di Kuta bisa mendapatkan perompesan. Sebab kondisi beberapa pohon memang cukup besar dan tinggi, karena itulah pihaknya meminta bantuan dari DLHK untuk mengatensi dan tidak menunggu musim hujan. “Kami sudah berkoordinasi,  mungkin itu terkendala prioritas dan keterbatasan petugas. Tapi kita harapkan daerah perkotaan seperti Kuta ini menjadi atensi. Sebab mobilitas masyarakat, wisatawan dan kendaraan cukup padat. Kita tidak ingin hal-hal yang buruk terjadi di daerah perkotaan,”harapnya.

 

Selain pohon tumbang, diakuinya potensi genangan air juga menjadi atensi pihaknya. Dimana para kepala lingkungan, linmas dan masyarakat diharapkan tetap memantau wilayahnya. Sebab potensi hujan lebat diketahuinya masih bisa terjadi, tentunya jika kondisi hujan berkepanjangan dan cukup deras, maka ada potensi terjadinya genangan. “Kemarin (Senin ), ada potensi genangan di daerah jalan Kartika Plaza dan di jalan Wana Segara. Tapi setelah hujan reda, kondiis iar mulai surut. Genangan itu tidak terlalu parah seperti dulu, dan sudah langsung surut ketika hujan reda,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!