Pintu Masuk Pure Kemalik Lingsar Ambrol Akibat Gempa

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Gempa bumi yang melanda pulau Lombok menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat. Selain ratusan ribu rumah rusak parah, saran ibadah baik Masjid maupun Pura ikut mengalami kerusakan. Pintu masuk Pure Kemalik Lingsar di Kecamatan Lingsar Lobar pun ambrol akibat guncangan gempa yang begitu hebat.

 

Pantauan POS BALI di Pure Lingsar, Jumat (10/8), pintu masuk Pure Kemalik dan pintu masuk Pure bawahnya ambrol. Alhasil, akses masuk ke Pure tersebut terputus. Cagar budaya yang menjadi tempat ibadah Umat Hindu dan Suku Sasak Wetu Telu kini kondisinya sangat memprihatinkan.

 

Tak hanya pintu masuk, dibeberapa titik bagian Pure bersejarah itu pun mengalami keretakan, termasuk bagian Pelinggih yang ada di atas. “Gempanya begitu keras, tembok penyengker (tembok keliling) juga retak dibeberapa sisi,” demikian disampaikan Jro Mangku Djapa Astaman, salah seorang Sulinggih yang bertugas di Pure suci tersebut.

 

Jro Mangku Djapa Astaman pun mengajak POS BALI berkeliling, dia menunjukkan bagian-bagian Pure yang mengalami kerusakan dan retak. “Menur (Bagian puncak pelinggih) retak, tembok juga retak. Bahkan tanah yang ada di halaman Pure juga ada yang terbelah,” jelasnya.

 

Sementara itu, I Gede Widana, salah seorang tokoh masyarakat Lingsar berharap agar kondisi itu mendapat perhatian serius dari Balai Cagar Budaya Nasional. Menurut dia, pasca gempa yang melanda Lombok, renovasi harus segera dilakukan agar aktivitas persembahyangan yang dilakukan Umat Hindu dan Suku Sasak Wetu Telu bisa berjalan normal kembali. “Pure Lingsar ini salah satu peninggalan sejarah yang ada di Lombok, dan juga termasuk salah satu Pure terbesar di NTB,” tuturnya.

 

Tak hanya Pure Lingsar, beberapa tempat ibadah juga mengalami kerusakan. “Kami rasa ini merata, bencana ini begitu dasyat. Pure dan Masjid menjadi korban. Kami merasa terpukul atas kejadian ini,” pungkasnya kemudian.

 

Di lain pihak, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa kerusakan yang terjadi pada tempat ibadah yang ada di Lobar sudah dilakukan pendataan. Tak hanya masjid, Pure Lingsar yang merupakan cagar budaya di Lobar itu juga sudah dilakukan pendataan. “Semoga semua kembali normal. Pure Lingsar sudah kami data, kami sudah melihat kondisinya,” katanya singkat.

 

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter meluluhlantakkan sebagian wilayah di Lobar. Tercatat, sebanyak 36.683 rumah mengalami kerusakan, tempat ibadah sebanyak 138 unit, fasilitas kesehatan 11 unit, fasilitas pendidikan 54 unit, jembatan 3 unit dan kios dan pertokoan sebanyak 37 unit. Selain bangunan, sebanyak 27 orang meninggal dunia, 394 orang luka-luka, dan sebanyak 94.504 jiwa terpaksa mengungsi karena tempat tinggalnya rusak parah. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!