Pihak imigrasi diakui telah turun sosialisasikan terkait Nyepi, kepada wisatawan yang kost atau menyewa rumah penduduk

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Atensi terkait keberadaan WNA yang tinggal di rumah penduduk atau menyewa tempat kediaman penduduk, terkait sosialisasi pelaksanaan Catur Bratha Penyepian di Kecamatan Kutsel, akhirnya mendapatkan atensi dari pihak Imigrasi. Dimana pihak Imigrasi khusus kelas I Ngurah Rai, diakui telah turun ke lapangan melakukan sosialisasi “Dari pihak imigrasi dan tim Pora sudah bergerak, itu dinyatakan pas kita mengadakan rakor Nyepi. Pihak imigrasi mengaku akan bersosialisi terpadu, baik itu terkait dengan nyepi dan juga terkait dengan APOA,”ujar Camat Kutsel, Made Widiana, Senin (12/3).

 

Dari pengakuan pihak imigrasi, diketahuinya pihak terkait mengaku akan turun ke villa-villa, perumahan, atau kost-kostan yang penghuninya warga asing. Dimana pihak terkait sekaligus akan melakukan pendataan keberadaan WNA tersebut. Sebab memang selama ini diketahuinya masih banyak ada WNA yang tersebar di perumahan warga yang disewakan, yang kemungkinan bisa tersosialisasikan dengan baik.

 

Sebelumnya Kakanwil Imigrasi Bali dalam sebuah kesempatan meminta Kanim Ngurah Rai juga membantu memberi informasi kepada wisatawan tentang kegiatan Hari Raya Nyepi. Langkah tersebut penting dilakukan terhadap orang asing yang tinggal di rumah-rumah penduduk yang tidak ada tuan rumahnya. Dengan dilakukannya sosialisasi tersebut, wisatawan tersebut diharapkan tidak melakukan kegiatan-kegiatan di luar rumah atau penginapan. Sosialisasi tersebut dicontohkannya berbentuk face to face langsung kepada wisatawan, saat mereka melakukan permohonan maupun pengurusan izin keimigrasian. “Untuk mencegah tindak kriminal cyber crime yang sempat terjadi di Kutsel beberapa waktu lalu, kita akan terus melakukan pengawasan secara intensif ke depannya,”ujar Kabid pengawasan dan penindakan keimigrasian, Patar Simanjuntak.

 

Sementara kepala Seksi Informasi Keimigrasian, Putu Astina Purwanti  menambahkan sebenarnya aplikasi pelaporan orang asing sebelumnya sudah ada dari Dirjen Imigrasi dalam bentuk website. Namun berdasarkan masukan-masukan dari pihak pemilik penginapan, Kanim Ngurah Rai mulai melakukan pengembangan aplikasi untuk membantu mempermudah pengawasan WNA di lapangan. Adapun aplikasi yang dikembangkan bernama APOA next generation atau Aplikasi Pelaporan Orang Asing yang berbasis smartphone menggunakan auto capture MRZ. Aplikasi tersebut nantinya bisa digunakan untuk mendata dan mengetahui wisatawan yang berada di pemukiman penduduk, terutama mereka yang tidak terjangkau oleh petugas. “Jadi cara kerjanya cukup meng capture paspor saat melakukan cek ini dan cek out oleh pihak pemilik penginapan. Aplikasi ini sudah disosialisasikan secara bertahap melalui rapat-rapat koordinasi tingkat kecamatan, dengan mengundang bendesa dan kaling untuk penggunaan aplikasi ini,” pungkasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!