PHDI Siap Data Pemangku Dasaran Bakal Lakukan Pembinaan, Sikapi Oknum Pemangku “Bermasalah”

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Sesungguhnya peran dan kedudukan para pemangku sebagai pelayan umat sangatlah mulia. Sayangnya, belakangan ini beberapa oknum yang bergelar jro mangku nampaknya keliru menggunakan status terhormat tersebut. Berbagai sorotan dan kritikan dari elemen umat Hindu mengenai tingkah pola pinandita tak bisa diabaikan. Pasalnya, selain masalah etika, tak sedikit oknum “berjubah” jro terlibat berbagai kasus tak terpuji. Mulai dari asusila, korupsi hingga terlibat dalam peredaran Narkoba. Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali siap melakukan pembinaan.

“Parisada tidak bisa mengawasi semua pemangku yang ada di Bali. Khususnya Jro Mangku dasaran. Terlebih saat ini, maraknya fenomena ngiring. Ketika mereka melenceng dari swadharma, sulit dideteksi,”kata Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Selasa (14/11) di Denpasar menyikapi kasus anggota dewan yang terlibat kasus Narkoba yang memiliki gelar Jro Gede tersebut. Sudiana, menilai memang tidak semua pemangku dasaran atau yang ngiring “bermasalah.” Namun, belakangan ini berbagai pengamatan dan laporan yang diterima kasus-kasus yang menyerat kalangan rohaniawan seperti pemangku misalnya, mereka yang terlibat berbagai kasus disoroti dari kalangan jro mangku dasaran.

Memang, jika dibandingkan dengan pemangku yang bertugas di dad kahyangan, dang kahyangan, kahyangan tiga hingga mrajan yang ditunjuk langsung oleh pengemong atau keluarga. Sedangkan, mereka berlatarbelakang mangku dasaran biasanya memperoleh gelar tersebut atas inisiatif dari diri sendiri yang hanya cukup mengikuti pawintenan, baik karena disebabkan pengalaman spiritual maupun petunjuk niskala yang dipercayainya untuk “ngiring.”

Pemangku seperti inilah, kata Sudiana, sejauh ini tidak bisa dikontrol. Sehingga, saat terjadi beberapa kasus yang menyeret “jro mangku” ke ranah hukum menjadi dilema tersendiri di kalangan rohaniawan Hindu lainnya. “Kami minta jro mangku dasaran mendaftaran diri ke PHDI agar terdata. Kalau sudah terdata nanti tinggal dilakukan dharma tula dan pembinaan terkait tugas mereka,”katanya. Sejauh ini, kara Sudiana pemangku yang ia data hanya pemangku yang bertugas di Kahyangan Jagad hingga Mrajan.

Ia tidak memungkiri, bahwa saat ini tak sedikit pula kalangan profesional yang menekuni dunia spiritual yang pada akhirnya memilih ngiring atau jadi pemangku karena panggilan hati dan pilihan hidup. Sudiana menilai hal itu sah-sah saja. Terlebih kontribusi mereka di kalangan umat Hindu juga sangat penting dan membantu rohaniawan lainnya dalam melakukan tugasnya. Bahkan, Rektor IHDN Denpasar ini menjelaskan , ada sebagian kalangan menengah atas dari segi ekonomi yang menjadi pemangku dasaran mengubah image buruk pemangku “tradisional” selama ini yang dinilai tidak memperhatikan busana (penampilan), pendidikan hingga pola komunikasi yang baik ke umat.

“Namun, ada mangku dasaran kelas menengah yang tidak tahan godaan duniawi pada akhirnya terlena dan kena masalah seperti fenomena saat ini,”katanya sembarimengingatkan, kepada seluruh pemangku agar bisa mentaati sesana kepemangkuan dengan menjalanan swadharam sebaik mungkin. 008

Share

Satu tanggapan untuk “PHDI Siap Data Pemangku Dasaran Bakal Lakukan Pembinaan, Sikapi Oknum Pemangku “Bermasalah”

  • 15/11/2017 pada 4:22 AM
    Permalink

    Status pemangku di BALI ada 2 jenis….yakni mangku yang berdasarkan garis keturunan…dan pemangku yang karena dipilih oleh masyarakat…secara umum itu yang membedakan…tapi secara khusus ada banyak…contoh salah satunya karena pawisik…nah karena latar belakang yang berbeda ini…perlakuan dalam pembinaannya harus beda perlakuan…tidak boleh disamakan..
    Disinilah peran PHDI dan peran majelis desa pekraman dituntut kerjasamanya …hampir setiap desa pekraman dapat bantuan dana hibah setiap tahunnya…salah satu penggunaan dana hibah harus diarahkan pada pembinaan para pemangku melalui diklat atau pesraman…jangan sampai baru ada kasus…saling menyalahkan dan baru melaksanakan pembinaan…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *