Pertama di Indonesia, BUMDes Gili Indah Gandeng Investor

posbali.id

KLU, POSBALI.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Indah Kecamatan Pemenang, Kabipaten Lombok Utara (KLU) mendapat angin segar dalam bidang investasi. Pasalnya, salahsatu Perusahan air bersih yakni PT. Berjaya Lombok Tirta (BLT) berinvestasi dalam usaha air minum senilai Rp 284 Miliar dalam kurun waktu 35 tahun di 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air).

Sebelumnya, BUMDes di Desa Meninting Lombok Barat juga mendapat manfaat ekonomi yang sama dari aktivitas BLT. “Tiga BUMDes sekaligus akan memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas BLT, yakni BUMDes mata air Meninting (BUMDes di Lombok Barat), BUMDes Pemenang Barat (KLU) atas akan berdirinya usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk Samalas, dan BUMDes Gili Indah yang terlibat dalam proses pelayanan dan transaksi air bersih di 3 Gili,”ujar Kepala Bidang pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Lalu Rizal, saat di Desa Gili Indah, Jumat (8/6).

Menurutnya, kerjasama PT. BLT dengan BUMDes ini adalah sejarah. Sejarah karena merupakan yang pertama di Indonesia. Karena Keterlibatan BUMDes dalam usaha dan investasi, adalah salah satu cita-cita pemerintah baik nasional dan Pemprov NTB dalam menurunkan kemiskinan.

Presiden meminta, kata Rizal, usaha kerjasama BUMDes digalakkan. Demikian pula Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA., tegas menempatkan usaha BUMDes di urutan pertama dari 7 program untuk menguatkan ekonomi lokal. Paslanya, kerjasama dengan BUMDes ini dijamin secara regulasi. Antara lain UU No. 6 tahun 2015, dan Permendes No. 5 tahun 2015.

Ia menegaskan, BUMDes-BUMDes yang bekerjasama tidak perlu risau akan kepastian hukum investasi tersebut. Sebab alasnya jelas, MoU antara Gubernur NTB, KPH Rinjani Barat Pelangan Tastura dan Pemerintah KLU. “Para Kepala Desa, jangan pernah ragu untuk kerjasama dengan pihak manapun dalam menguatkan ekonomi lokal. Apalagi sekarang ini, kemanfaatan dari kerjasama ini pendapatan bagi desa dan kemanfaatan bagi masyarakat untuk memperoleh air bersih,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Mart Gili Indah, Husni mengungkapkan, perusahaan BLT cukup bagus karena mereka berani bersaing dengan perusahaan lain, terutama PDAM KLU yang lebih dulu masuk ke Gili Air. “Harapan kami, PT. BLT lebih baik dari perusahaan sebelumnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, sebagai BUMDes yang masih baru, pengurus BUMDes Mart Gili Indah menempatkan core bisnis pada penyaluran sembako. Ke depan ekspansi bisnis akan menyasar transportasi laut dan cidomo, serta terlibat dalam penarikan biaya pemakaian air berih PT. BLT di pelanggan 3 Gili. “Kami siap bekerjasama dengan PT. BLT, apalagi ini (investasi menyangkut) kebutuhan masyarakat. Kami harap secepatnya terealisasi, supaya kami bisa bertindak cepat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan,” tandas Husni.

Terpisah, Kepala Desa Gili Indah, H. M. Taufik mengaku bahwa PT. BLT sudah lama dikenal. Sejak memperoleh MoU dari Bupati pertama KLU, H. Djohan Sjamsu, SH., PT. BLT sudah menunjukkan minat investasinya dengan serius. Bilamana proses MoU dengan PDAM yang dulu gagal, maka pihaknya berharap MoU dengan Pemprov NTB, KPH Rinjani Barat dan Pemda KLU ini dapat diwujudkan. “Kami punya pengalaman tidak enak soal air bersih. Dari pengangkutan oleh tongkang, diangkut dengan jeriken, pipanisasi sampai embernisasi, sudah semua. Dulu air didistribusikan oleh KKB (Koperasi Karya Bahari), Koperasi Sinar Bawean, lambat laun keduanya berhenti. PDAM yang mensuplai juga ada masalah,”tutup kades. 034

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!