Perjuangkan Kompensasi Reklamasi 40 Hektar Bandara Ngurah Rai, DPRD Bali Segera Panggil PAP

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID– Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba mengatakan, pihaknya akan memanggil Direksi PT Angkasa Pura (PAP) Ngurah Rai terkait rencana reklamasi 40 hektar kawasan pemanfaatan untuk perluasan bandara Ngurah Rai. Hasil reklamasi ini akan digunakan untuk apron (parkir pesawat).

Sebagaimana diketahui, gubernur Bali Made Mangku Pastika merekomendasikan 40 hektar dari 50 hektar yang diusulkan PAP, untuk direklamasi. 40 hektar itu berada di kawasan pemanfaatan. Adapun 10 hektar yang berada di kawasan konservasi tak boleh direklamasi.

Tamba mengatakan, pihaknya ingin mendapat penjelasan dari PAP terkait rencana reklamasi tersebut. Pihaknya ingin mendapat penjelasan terkait kajian dan penelitian dalam rencana reklamasi tersebut, apakah reklamasi itu ada dampaknya atau tidak.

“Kami akan undang dalam waktu dekat. Kami ingin tahu apa saja yang akan dibangun. Seperti apa mekanismenya dalam proses reklamasi laut itu untuk membuat daratan 40 hektar sesuai yang direkomendasi Gubernur,” kata Tamba di Denpasar, Rabu (25/4/2018).

Bakal calon anggota DPR RI dengan tagline TMS (Tamba Menuju Senayan) ini menegaskan, pihaknya tak mempersoalkan rencana reklamasi itu sepanjang dampak negatifnya bisa diatasi.

“Asalkan segala dampak bisa dikelola, itu tidak masalah. Namun kami ingin tahu lebih detail, makanya kami perlu mengundang pihak Angkasa Pura,” kata Tamba.

Politikus Partai Demokrat asal Jembrana ini melanjutkan, selain meminta penjelasan terkait teknis reklamasi, yang tak kalah penting adalah pihaknya juga akan membahas terkait kontribusi PAP bagi Bali.

Menurut dia, selama ini Bali tidak mendapatkan kontribusi dari Bandara Ngurah Rai. Rencana reklamasi perluasan bandara ini menjadi momentum untuk berjuang, agar Bali bisa mendapatkan penyisihan keuntungan dari Bandara Ngurah Rai.

“Hampir 17 ribu orang asing masuk Bali dari Bandara Ngurah Rai, namun Bali tidak mendapat kontribusi apapun dari Bandara Ngurah Rai. Ini yang harus kita perjuangkan agar ada pembagian keuntungan bagi Bali,” tegas Tamba.

Wakil rakyat yang terkenal vokal ini mengatakan, Bali hidup dari Pariwisata, dan pariwisata hidup dari kebudayaan Bali. Bandara Ngurah Rai menjadi besar dan kunjugan sangat tinggi karena pariwisata Bali berbasis budaya tersebut. Namun peran dari Bandara Ngurah Rai untuk menjaga rutinitas budaya, adat dan agama yang ada di Bali tidak ada.

“Mestinya ada penyisihan dana keuntungan untuk budaya Bali. Budaya Bali kuat, pariwisata tetap akan berjalan, maka Bandara menjadi ramai dan keuntungan Bandara meningkat,” jelasnya.

Bagi Tamba kondisi ini yang harus disadari. Bahkan keberadaan bandara Ngurah Rai hingga menjadi hebat seperti sekarang tak lepas dari kebudayaan Bali yang menjadikan Bali salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia.

“Ini yang harus dirawat. Ketika ada undang – undang bagi hasil, untuk daerah dengan hasil tambang, Bali tidak ada, karena Bali mengandalkan pariwisata. Mestinya Bandara bisa memberikan kontribusi terhadap Bali,” tegas Tamba

Saat duduk bersama dengan PAP nanti, pihaknya menanyakan pola yang digunakan agar ada kontribusi terhadap Bali. Karena menurut Tamba, beberapa Bandara di luar Bali bisa memberikan kontribusi bagi daerah.

“Misalnya Bandara Sultan Hasanudin di Makasar. Kabarnya Kabupaten Maros dan Provinsi Sulawesi Selatan dapat kontribusi. Ini bisa menjadi contoh Bali untuk bisa mendapatkan kontribusi dari Bandara,” pungkas Tamba.(*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!