Percepatan penyelesaian proyek underpass, BPJN rencanakan tambah 25 orang tenaga

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Untuk mempercepat proses penyelesaian Underpass Ngurah Rai, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah VIII berencana akan melakukan penambahan tenaga. Dimana jumlah tenaga yang ada saat ini, sejumlah 180 orang akan ditambah lagi 25 orang. Hal tersebut demi penyelesaian underpass Ngurah Rai yang ditarget percepatan selesai akhir Agustus 2018. “Tenaga saat ini sebenarnya sudah cukup, tapi ini akan kita kaji lagi dengan sekejul yang kita miliki. Target sebenarnya selesai Awal September, tapi kita harap bisa percepatan ke akhir Agustus. Kita masih melihat titik mana yang bisa dikerjakan dan akan ditambah lagi, kalau kurang maka akan kita tambah lagi,”terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 11 Satker Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar BPJN wilayah VIII, Nyoman Yasmara dihubungi Selasa (10/7).

 

Dipaparkannya penambahan 25 orang tenaga tersebut sekaligus untuk mengakomodir finishing ornamen dan lainnya, yang kedepannya akan memakan banyak waktu. Sebab hal itu berkaitan dengan arsitektur seni dan tampilan estetika underpass. Sejauh ini progres pembangunan underpass diakuinya sudah mencapai 80,7 persen.  Pihaknya mengaku masih fokus menyelesaikan bottom slab disisi kanan bawah bundaran, bak sampit dan dinding underpass depan lokasi borpile. Selain itu pihaknya juga sedang menata land scape di dalam bundaran, lengan utara, lengan selatan serta di sisi barat underpass. “Bulan juli ini kita sudah persiapkan lightingnya (penerangan underpass), ada yang alan menggunakan lampu tempel dan PJU (Penerangan Jalan Umum dengan tiang). Untuk disisi lengan selatan ini kita tidak diizinkan memasnag PJU karena terkait KKOP, jadi kita akan pakai lampu tempel di dinding underpass. Lampu tempel ini akan disamarkan dan atur perncahayaannya, sedangkan untuk sisi utara frontage baru akan ada PJU,”paparnya.

 

Terkait pembangunan underpass tersebut, tidak dipungkirinya akan membuat beberapa perubahan landscape. Seperti diantaranya pada sisi lengan selatan underpass pada bagian barat, akan ada taman median jalan. Dimana pembuatan taman tersebut dilakukan memperbaiki geometrik (lengkungan) arus lalin, yang biasanya mengkerucut disudut jalan tersebut. Taman tersebut sekaligus juga untuk menata estetika dan landscape pandangan underpass.”Dengan taman itu maka tidak akan ada patahan arus seperti sebelumnya, yang membuat macet. Taman itu tidak akan mempengaruhi traffic, sebab kendaraan dari arah Nusa Dua akan masuk ke underpass. Hal itu sama halnya dengan mengurangi tingkat kekroditan dan jalur samping itu akan lebih sedikit dilalui,”jelasnya.

 

Sementara untuk jalan waringin yang berada di sebelah timur masjid, hal tersebut diakuinya juga sudah diperlebar. Saat ini jalan tersebut akan disiapkan separator, untuk mengatur kendaraan yang akan mempergunakan jalan tersebut. Dengan penggunanaan jalan waringin, maka kedepanya arah keluar dari airport akan menjadi dua ruas. Dimana arah keluar airport saat ini akan bisa langsung memutar ke bundaran, sedangkan arah arus dari jalan waringin nantinya akan diarahkan memotong ke dewa ruci. “Jalan di depan masjid masih tetap bisa dipergunakan, tapi itu disekat dengan median jalan dan akan ada  tembok variasi,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!