Penyerobotan tanah tahura terjadi di perumahan Taman Sari Jimbaran

posbali.id
Tahura Ngurah Rai diminta segera turun tangan

MANGUPURA, POS BALI -Dugaan penyerobotan hutan mangrove kembali terjadi di wilayah Tahura Ngurah Rai, kali ini hal tersebut tepatnya di perumahan Taman Sari jalan Taman Baruna Jimbaran. Dimana salah seorang pemilik rumah dicurigai  melakukan penebangan dan pengurugan lahan milik tahura Ngurah Rai. Untuk memastikan hal tersebut Camat Kutsel, Made Widiana telah mengecek langsung lokasi tersebut, Rabu (12/9) bersama dengan Kasi Tramtib kecamatan Kutsel, Pol PP regu Kutsel dan Ketua Lingkungan Taman Baruna. “Informasi ini kita terima dari laporan warga yang mencurigai adanya pembuatan fondasi yang mengambil dari pada lahan Tahura Ngurah Rai, termasuk ada beberapa pohon yang ditebang.  Itu sudah kita tindaklanjuti dengan turun ke lapangan,”ujar Widiana.

 

Dari pantauannya secara kasat mata, memang apa yang dilakukan salah seorang warga terkait mengambil lahan Tahura Ngurah Rai. Apalagi menurut penuturan warga sekitar, tembok warga yang sekarang ini adalah batas patok tahura. Namun kenyataannya itu dilanggar dan termasuk ada beberapa rumah yang katanya sudah melanggar batas tersebut. “Luasan itu kira-kira 1,5 are. Motifnya itu menurun pengakuan yang bersangkutan adalah supaya lokasi itu bersih tanpa ada sampah. Tapi itu tidak serta merta boleh dilakukan pembuatan fondasi dengan diurug lemstone dan menebang pohon,”jelasnya.

 

Untuk memperjelas hal tersebut, pihak kehutanan dalam hal ini UPT Tahura Ngurah Rai, diminta untuk turun ke lapangan untuk memperjelas hal tersebut. Jangan sampai masalah tersebut berlarut dan bisa menjadi polemik kedepannya. Sehingga masalah tersebut jelas dan penegakan hukumnya jelas, terkait perambasan hutan tersebut. Hal itu agar masalah itu tidak menjadi preseden buruk kedepannya. “Saya sudah laporkan itu dan semua kita serahkan itu kepada pihak berwajib, dalam hal ini adalah pihak kehutanan melalui UPT Tahura Ngurah Rai,”imbuhnya sembari menyarankan agar masalah tersebut ditanyakan langsung ke Tahura Ngurah Rai.

 

Sementara Ketua Lingkungan perumahan Taman Sari jalan Taman Baruna Nimbaran, Ketut Wira Adnyana menegaskan bahwa apa yang dilakukan pihak terkait adalah adalah penyerobotan hutan dan reklamasi pribadi terselubung. Pasalnya dari sertifikat yang dimiliki  pelaku, lahannya cuma seluas 1,10 are. Sementara luasan lahannya sekarang, termasuk telah diurug tersebut seluas 2 are. Terlebih lagi beberapa pohon mangrove juga dipotong. “Saya tahu batas tahura itu dimana, karena dulu ada patoknya. Ini sudah jelas melanggar, lokasinya juga jelas didepan dermaga kita yang kita tahu persis seperti apa,”terang Wira Adnyana.

 

Pihaknya mengaku berterimakasih atas respon cepat yang diberikan Camat Kutsel, atas permasalahan tersebut. Ia juga menyayangkan  ulah pihak terkait, sebab ditengah kelompok Mina Baruna yang dibentuk untuk perduli sampah plastik, cinta mangrove dan merawat lingkungan. Justru masih ditemukan ulah pihak yang menyerobot mangrove, dan itu dilakukan sembunyi-sembunyi sejak sejak seminggu ini. “Saat kita tanya kenapa ia menebang mengrove, ia membantahnya. Ia justru mengatakan pekerjanya yang memotong. Tapi yang namanya pekerja kalau tidak disuruh kan tidak akan bekerja. Jadi ini harus diusut tuntas, supaya menimbulkan efek jera. Reklamasi kecil-kecil ini juga harus diberantas dengan tegas dan jelas hukumannya apa,”tegasnya.

 

Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, ia meminta pihak tahura untuk turun ke lapangan. Memastikan patok tahura dan memasang kembali plang larangan menebang mangrove. Pihaknya mengaku siap mengawal hal tersebut dan ikut berpartisipasi mengawasi mangrove, dari ulah-ulah yang tak bertanggungjawab. Jika pihak tahura mau memberdayakan masyarakat, utamanya nelayan amina Baruna yang peduli terhadap lingkungan dan mangrove, tentunya ia akan senang sekali telah ikut menjaga aset negara. “Tinggal di kontek saja, saya siap membantu. Tapi saya minta pelaku ini bisa dihukum dengan tegas dan jelas,”imbuhnya sembari menerangkan pelaku adalah warga pendatang yang lumayan lama tinggal di Taman Baruna. Dimana alamat rumah yang bersangkutan yaitu di Perum Sari Jimbaran, jalan Taman Baruna, Blok Kemuning Kav A/01, Lingkungan Perarudan Jimbaran. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Penyerobotan tanah tahura terjadi di perumahan Taman Sari Jimbaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!