Penyerapan tenaga kerja lokal picu kemarahan warga penggarap lahan, sempat tutup akses Renaissance Bali Uluwatu Resort and Spa

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Merasa jengkel dengan ketidak pastian janji pihak hotel, sejumlah warga menimbun akses keluar masuk Renaissance Bali Uluwatu Resort and Spa, Senin (9/4) kemarin. Hal tersebut konin dilatar belakangi masalah rekrutmen tenaga kerja dari pihak terkait. “Memang sempat terjadi protes warga dengan melakukan pengurugan lemstone. Itu dilakukan oleh warga sekitar yang merupakan penggarap lahan yang sebagian dipergunakan sebagai akses masuk resort tersebut,”ujar Kepala Desa Ungasan, Made Kari.

 

Berdasarkan informasi pihaknya terima, rekrutmen tenaga kerja tersebut adalah janji dari pihak hotel. Dengan dasar saat dilakukan pelebaran akses dan hotel tersebut jadi, maka warga terkait akan direkrut menjadi tenaga kerja. Namun kenyataannya setelah soft opening pada tanggal 6 Maret dilakukan, ternyata tidak ada kejelasan janji tersebut. Sehingga warga terkait menagih janji tersebut, namun ternyata tidak ada tanggapan. “Katanya warga sampai empat kali datang ke sana, tapi belum ada kejelasan. Karena itulah aksi tersebut terpaksa dilakukan. Tapi mediasi katanya sudah langsung dilakukan pada saat itu juga dan sudah ada semacam perjanjian hitam di atas putih yang menyatakan akan mengadopsi harapan warga. Karena itulah tanah lemstone tersebut telah disingkirkan,”paparnya.

 

Berkaca dari masalah tersebut pihaknya  berharap agar pihak hotel benar-benar serius menepati janjinya. Apalagi pihak desa juga mengalami hal yang sama terkait hal itu, sebab kuota 30 persen tidak akan mampu dipenuhi oleh banjar Bakung Sari yang notabene tempat berdirinya hotel tersebut. Sehingga alangkah bagusnya kuota 30 persen itu dikelola oleh Desa Ungasan, untuk seluruh banjar se-Desa Adat Ungasan. Tentunya dengan pembagian mayoritas kuota, untuk Banjar Bakung Sari. “Kedepan kami berencana akan memanggil kembali pihak hotel. Kami berharap, ke depan pihak hotel dan masyarakat bisa saling memahami. Karena hotel dan masyarakat, sebenarnya sama-sama saling membutuhkan. Marilah saling terbuka, jangan sampai dibilangnya sudah penuh, tapi kemudian orang luar yang malah dipekerjakan di sana,”pungkasnya sembari menerangkan rekrutmen penggarap lahan diluar kuota 30 persen.

 

Sementara atas bantuan Camat Kutsel, Made Widiana akhirnya pihak hotek berhasil ditemui. Namun sayangnya pihak terkait seolah enggan memberikan statemen resmi terkait kejadian tersebut. Sebab hal itu diakui persoalan tersebut harus dirapatkan kembali dengan seluruh pihak manajemen. “Saya belum tahu detail masalah tersebut, kalau saya komen nanti juga takut salah. Setelah ada statemen resmi pasti kita akan beritahu seperti apa duduk permasalahannya,”ujar Director of Marketing Communication & PR Renaissance Bali Uluwatu Resort and Spa, Aulianty Fellina Rizal. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *