Penyaluran Raskin di Budeng Diawasi Tim Pemprov

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI ONLINE – Guna mengantisipasi terjadinya penyimpangan dalam penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin) di Bumi Makepung Jembrana, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Bali terus melakukan pengawasan atau monitoring di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. selasa (9/8).

Kasubid Ketersediaan dan Distribusi Pangan BPMPD Provinsi Bali I Ketut Mudita. Sos mengatakan, pemantauan atau pengawasan yang dilakukan di Desa Budeng ini, merupakan  kegiatan rutin untuk mengetahui apakah penyaluran raskin ini sesuai dengan penyaluran raskin kepada mereka yang layak menerima.“Tentu kita ada tim yang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap distribusi raskin hingga sampai kepada penerimanya,” katanya.

Lebih lanjut, Mudita mengatakan, dengan turun langsung ke desa budeng, kecamatan Jembrana untuk mengawasi penyaluran tersebut raskin, sehingga dipastikan program tersebut terlaksana dengan baik. “Pengawasan ini sangat penting. Karena nantinya akan dievaluasi terutama dalam pendistribusianya,” jelasnya.

Dari evaluasi inilah nantinya, akan diketahui kendala-kendala dalam distribusi tersebut. Jika ada, seperti apa langkah yang akan diambil sebagai solusi agar program raskin yang dilaksanakan di tiap Kabupaten melalui Pemerintah Desa (Pemdes) dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan harapan. “Namun dari pengawasan di Desa Budeng ini, belum ditemukannya kendala maupun penyimpangan penyaluran raskin,”tegasnya.

Meskipun belum ditemukannya kendala maupun permasalahan dalam pendistribusian Raskin ini, pihaknya berharap agar nantinya jangan sampai penerimaan raskin tersebut ditandatangani sepenuhnya oleh Kepala Dusun, sehingga nantinya hal itu perlu dipertanyakan apakah benar warga miskin tersebut menerima berasnya.

“Jangan sampai orang miskin mendapat beras rusak. Maka dari itu Prebekel sebelum menerima Raskin silahkan cek dulu apakah layak dikonsumsi atau bagaiman. Bila perlu dicoba dulu kalau rasa berasnya manis berarti beras itu kualitasnya bagus. Apabila beras raskin itu rusak silahkan prebekal melaporkannya ke pihak bulog,” kata I Ketut Mudita.

Sementara, Prebekel Budeng I Putu Libra Setiawan mengatakan, dari 1810 jiwa dengan 539 Kepala Keluarga (KK) dengan dua Dusun di Desa Budeng terdapat 86 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Dalam pendistribusian raskin ini, pihaknya menginformasikan ke para Kepala Dusun dan langsung diambil oleh para penerima.

Masing-masing penerima mendapatkan raskin sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp 1600 perkilogram. “Selama tahun 2016 ini warga kami sangat antusis menerima raskin karena kualitas beras untuk sementara lumayan bagus.

Hal senada diungkapkan oleh Jero Indah salah seorang penerima Raskin saat ditenui di Kantor Desa Budeng. Dirinya sangat berharap agar kedepan pihak pemerintah bisa memberikan beras yang lebih bagus lagi. Mengingat harga beras yang kualitasnya lebih bagus harganya sangat mahal yang mencapai Rp 11.000.

“Kalau bisa berasnya lebih banyak lagi kami berikan begitu juga kualitasnya agar lebih baguslah. Jangan sampai kami warga miskin baru membeli beras murah dari pemerintah diberikan beras yang kualitasnya sangat buruk bahkan rusak berisi ulat seperti tahun 2015 lalu.

Untuk beras yang kami dapatkan selama 2016 ini kualitasnya sudah lumayan bagus. Namun, kami tetap harus mencampurnya dengan beras yang lebih bagus agar lebih enak dikomsumsi,” jelasnya. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *