Pentingnya Cinta Kasih

posbali.id

N. Sunarti

SAMPAI saat ini, masih ada orang bertanya, dari mana sumber ajaran agama Khonghucu tersebut? Ajaran agama Khonghucu bersumber dari ajaran para nabi purba di Tiongkok yang dirumuskan dan disempurnakan oleh Nabi Khongcu (551- 479 SM). Artinya, sebelum Nabi Khongcu lahir bahan ajaran “agama Khonghucu ‘ itu sudah ada dan disebut Ru Jiao. Menurut Oesman Arif, Nabi Khongcu menyebut diriNya sebagai pengikut agama Ru Jiao juga. Sebutan agama Khonghucu untuk agama Ru Jiao itu hanya di Indonesia karena para pegawai pemerintah kolonial Belanda tidak tahu sebutan Ru Jiao, mereka hanya tahu nama Nabi Khongcu atau Khonghucu. Namun, sebutan agama Khonghucu sudah sangat dikenal di Indonesia, maka seterusnya tetap menjadi sebutan resmi di Indonesia. Dalam bahasa Tionghoa agama Khonghucu tetap disebut dengan Ru Jiao.

Kata Ru itu artinya orang terpelajar yang bersikap lemah lembut. Orang yang telah mempelajari ajaran Ru seyogyanya sebagai orang terpelajar yang bersikap lemah lembut. Agama Ru pada zaman dahulu dianut oleh para cendekiawan dan pejabat Negara, oleh karena itu agama Ru mempunyai arti konotatif sebagai agamanya orang terpelajar dan lemah lembut. Kata Ru itu sendiri dilihat dari hurufnya bisa diartikan sesuatu yang diperlukan manusia. Artinya ajaran agama Ru itu diperlukan mnusia sebagai pedoman hidup yang benar.

Pada zaman Nabi Khongcu, di Tiongkok sedang berada dalam situasi kacau, negara terpecah belah menjadi puluhan kerajaan kecil yang saling berperang berebut wilayah. Nabi Khongcu melihat keadaan seperti itu ingin memperbaikinya. Mula-mula Nabi Khongcu keliling ke beberapa kerajaan  untuk menasihati para raja muda untuk rukun kembali dan menyatukan Negara Tiongkok. Perjalanan selama empat belas tahun nabi Khongcu itu tidak membawa hasil. Nabi Khongcu kembali ke negeri Lu tempat kelahirannya sendiri dan membuka sekolah gratis dengan menerima tiga ribu orang murid. Dari para murid beliau yang pandai tersebarlah ajaran agama Khonghucu ke seluruh Negara Tiongkok. Salah seorang penerusNya yang bernama Xun Zi (326233 SM) berhasil merumuskan ajaran atau teori untuk menyatukan Tiongkok kembali. Tahun 221 SM Qin Shi Huang Di berhasil menyatukan Tiongkok dengan bantuan Li Shi seorang murid Xun Zi.

Lebih jauh Oesman Arif menulis, bahwa Xun Zi merumuskan ajaran Nabi Khongcu dalam bentuk ajaran yang praktis untuk membina masyarakat agar hidup rukun, damai, dan sejahtera. Ajaran Xun Zi ini besifat realistis positif. Semua orang dalam suatu negara dihimpun dalam organisasi yang tertip dan program kerjanya jelas. Kalau ada orang yang tidak terhimpun dalam organisasi mungkin menjadi sengsara hidupnya, mungking juga akan menjadi pengacau. Organisasi yang dimaksud anggotanya meliputi penduduk di daerah terpencil, setiap 50 orang satu unit dengan pengurus atau pimpinan orang pandai. Teori Xun Zi ini tidak dilaksanakan di Tiongkok pada zaman dahulu, tetapi dilaksanakan di Jepang. Pemimpin kelompok diJepang disebut Samurai. Dengan cara ini semua orang, besar kecil, laki perempuan mendapat pembinaan yang benar. Sayangnya, ajaran Xun Zi ini tidak mendapat perhatian di Tiongkok sendiri, sebaliknya mendapat perhatian di Jepang sejak abad satu Masehi. Ajaran Xun Zi ini baru mendapat perhatian kembali di Tiongkok sejak tahun 1980.

Menurut Xun Zi, masyarakat tidak rukun karena tidak ada cinta kasih dan rasa keadilan dalam masyarakat. Dengan menumbuhkan cinta kasih dan rasa keadilan dibangun nilai kesusilaan yang dijadikan tatanan moral masyarakat. Tatanan moral yang wajib ditaati seluruh masyarakat perlu dimasukkan dalam hukum formal. Orang yang melanggar hukum formal harus dijatuhi hukuman berat agar yang lain tidak berani ikut melanggar. Suatu organisasi, terutama negara, tidak boleh lemah menghadapi orang yang menyimpang dari tatanan moral dan hukum. Kalau pimpinan organisasi tegas dan konsisten orang baik terlindung, dan orang jahat takut berbuat kejahatan. Xun Zi tidak disukai di Tiongkok pada masa lalu karena menganggap bahwa watak sejati manusia itu jahat, sedangkan anggapan masyarakat Tiongkok watak sejati manusia itu baik, seperti yang diungkapkan oleh Meng Zi.

Untuk mencegah orang melanggar hukum semua organisasi wajib memberi tugas dan tanggung jawab kepada setiap anggotanya. Keluarga adalah organisasi terkecil, semua orang dalam keluarga punya tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya. Orang tua tugasnya mencari nafkah dan merawat dan mendidik anak. Anak-anak mempunyai tugas dan kewajiban belajar dan membantu orang tua, Kewajiban berbakti kepada leluhur dan orang tua ditanamkan kepada anak agar seumur hidup semua anggota keluarga itu rukun. Kerukunan adalah modal utama untuk mencapai kehidupan sejahtera. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Pentingnya Cinta Kasih

  • 10/11/2018 pada 9:42 PM
    Permalink

    Old maestro Paul Scholes kept Manchester United’s Premier League title challenge alive with just 17 seconds left of a tense derby at Eastlands. Old maestro Paul Scholes gives Manchester United’s title charge kiss of life in Eastlands win

    Balas
  • 25/11/2018 pada 3:32 PM
    Permalink

    Bayern Munich are poised to launch a £25million bid for Chelsea defender David Luiz. Barcelona are understood to be his preferred club but it is their former boss Pep Guardiola who is keen on the Brazilian. David Luiz set for offer from Bayern Munich but German champions may have to wait until after World Cup for talks over £25m move

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!