Pentas Seni Sambut Anugerah Pahlawan Nasional Maulanasyekh

Para santri Ponpes Darunnahdlatian NW Pancor Lombok Timur tengah menujukkan tari kreasi dalam pentas seni santri guna memperingati hari Pahlawan 2017, kemarin malam. (RUL/POS BALI).

LOTIM, POS BALI – Para santri Nahdlatul Wathan yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW) Lombok Timur menggelar pentas seni santri dalam memperingati hari Pahlawan yang berlangsung di komplek Pondok Pesantren Darunnahdlatian NW Pancor Lombok Timur, Sabtu malam (11/10).

Ketua Panitia Pentas Seni Santri, Badri, mengatakan, kegiatan yang dihelat pihaknya kali ini tidak lain guna menyukuri penganugerahan Almaghfurlah Maulanasyeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid menjadi pahlawan nasional pertama di NTB. “Selain itu, dihajatkan sebagai ajang pengembangan minat dan bakat santri, kata Badri menjawab wartawan, kemarin malam.

Ia mengaku, pentas seni santri itu mengangkat tema “Berkarya Dalam Menginterpretasi Nilai-Nilai Perjuangan Hamzanwadi”. Adapun kreativitas yang ditampilkan meliputi folk song, becikk band, hadroh, drama darah syuhada NW, amazing show, dan kabaret putri mandalika.

Hal itu dilakukan, lantaran Maulanasyeikh, selama ini tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama, namun ia merupakan salah satu seniman dan sastrawan. “Ini memperkuat dari karya-karya Maulanasyekh yang kita temukan dalam bentuk lagu dan karya tulis lainnya,” ujar Badri.

Menurutnya, peserta dari pentas seni ini, selain melibatkan santri Pondok Pesantren Darunnahdlatain juga santri dari ponpes lain yang ada di Lombok Timur.

Terpisah, Ketua Yayasan Pondok Pesantren  Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor, Muhammad Djamaludin mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan pentas seni santri ini. “Sebagai ketua ponpes, saya sangat mengapresiasi terselenggaranya pentas seni santri ini yang baik kepanitiaan ataupun yang pentas semuanya dilakukan oleh santri,” katanya.

Ia menuturkan, melalui pentas seni ini, diharapkan akan mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas para santri. “Santri itu jangan sampai kesannya hanya bisa mengaji saja namun dalam berbagai hal kebaikan santri itu tidak kalah dengan yang lainnya,” tandas Djamaludin. 031

 

Share