Pengusaha jasa sampah berpotensi gulung tikar, 3000 pelanggan terancam terbengkalai

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Ekseskusi penutupan permanen TPA Liar di sebelah barat patung GWK, milik Wayan Nikartha akhirnya dilaksanakan Minggu (15/4) pagi pukul 09.00 Wita. Pemilik lahan sekaligus pengusaha terkait hanya bisa merelakan usahanya ditutup. Pihaknya mengaku sempat menawarkan agar lahannya itu hanya dipakai tempat pemilahan sampah, sebelum nantinya sampah tersebut dibuang ke TPA Suwung. Jika pemilahan dilakukan di TPA, hal itu diakuinya sangatlah memakan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Sementara pihaknya juga memiliki keterbatasan untuk menjangkau hal itu. Alhasil usaha pria yang berumur 65 tahun ini terancam gulung tikar, akibat tingginya biaya operasional. “Kalau harus ditutup, saya mau bagaimana lagi pak. Kami hanya bisa menyesuaikan dengan kemampuan kami saja kedepannya, kita habiskan kontrak dengan pelanggan. Mungkin ini moment sekalian saya pensiun juga, sebab sudah umur,”terang Nikartha yang tampak lesu.

 

Diakuinya diatas lahan seluas 2,5 hektar miliknya di jalan pura pangulapan, banjar Angga Sari Ungasan, ia memperkerjakan 30 orang tenaga dengan melayani lebih dari 3000 pelanggan jasa sampah. Dimana langganan tetap pihaknya adalah berasal dari lingkungan perumahan, dari wilayah Ungasan hingga ke wilayah Pecatu dan Jimbaran. “Sampah perhari yang kami angkut itu antara 20-25 kibik, 30 persennya itu berjenis plastik dan botol. Pelanggan kita itu bervariatif, ada yang kaya dan ada yang menengah kebawah. Untuk melauani mereka kita sendiri memiliki 8 truk armada,”sebutnya.

 

Pihaknya tertarik menekuni usaha jasa sampah yang identik dengan kotor dan jorok, karena masalah sampah di Ungasan belumlah ada solusinya. Semula ia hanya seorang yang hoby berternak, dan mencari pakan ternak dengan berkeliling ke warung-warung warga. Namun lama-kelamaan, masyarakat ada yang meminta ia juga melayani jasa sampah. Sehingga usaha tersebut berkembang hingga saat ini, bahkan tidak sedikit akomodasi wisata yang berlangganan dan termasuk pengelola GWK. “Awalnya saya tidak menghiraukan berapa biayanya, yang penting bisa membantu warga. Tapi lama kelamaan saya juga keteteran, sehingga kita terapkan iuran ksepakatan bersama,”paparnya sembari mengakui usaha jasa sampah tersebut ditekuni sejak tahun 2003 silam.

 

Diakuinya iuran angkut sampah yang dikenakannya pihaknya per KK itu sebesar Rp 20 ribu. Namun karena tempatnya tersebut kini ditutup, maka sampah tersebut harus dipilah dan dibuang ke TPA Suwung. Hal tersebut diakuinya menimbulkan masalah baru baginya, sebab tentunya biaya iuran tersebut harusnya bisa dinaikkan menjadi 2 kali lipat dari tarif semula. Sayangnya langganannya tersebut masih enggan untuk menyetujuinya kenaikan tarif tersebut. “Sebenarnya partisipasi warga inilah penentu kami. Kalau dibuabg jaub tentu ini perlu biaya tambahan, baik itu untuk gaji karyawan yang membengkak, bensin, ganti oli, ban dan sebagainya. Kalau kita tidak atensi tentu usaha kita tidak akan jalan,”tegasnya.

 

Dengan penerapan iuran sebesar Rp 20 ribu, diakuinya hal tersebut seolah sudah memberikan subsidi biaya kepada pelanggan. Sebab jika sampah dibuang ke TPA langsung dan biayanya semuanya dibebankan ke warga, maka hal itu akan menimbulkan pembengkakan. Sementara jika pihaknya terus yang menalangi, tentu akan menjadi masalah juga bagi pihaknya. Karena itulah lahan miliknya itu dipergunakan untuk tempat penampungan sementara, sekaligus tempat pemilahan. “Saya sebenarnya sudah sempat menanyakan, bagaimana solusi desa untuk membuat penampungan sementara. Tapi sejauh ini belum ada jawaban. Karena itu saya sebenarnya berharap pemerintah ini bisa ikut membantu, entah subsidi atau bagaimana. Pemilahan di Suwung itu tentu lama dan jaraknya relatif jauh. Bayar masuk ke TPA Suwung dan menurunkan sampah disana persekali itu kena Rp 15 ribu, belum biaya yang lain. Ini masalah besar bagi kami, sebab hasil dari usaha ini sebenarnya tidaklah seberapa,”pungkasnya.

 

Sementara Kadis LHK Badung I Putu Eka Merthawan memberikan toleransi seminggu kepada pemilik usaha, untuk melakukan pendekatan kepada pelanggannya. Pihaknya mengaku tidak mau mematikan usaha tersebut begitu saja, karena memang bermanfaat bagi lingkungan. Tapi usaha terkait ditegaskannya tidak boleh melanggar dan mengabaikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. “Area ini adalah area yang dipantau dunia, apalagi sebenatar lagi patung GWK akan diresmikan Presiden. Jadi tidak ada tawar menawar untuk itu, tidak boleh melakukan aktivitas pemilahan dan pembuangan sampah, terkecuali untuk gudang. Mari kita menjaga lingkungan kita dengan baik,”tegasnya.

 

Untuk melakukan pengamanan dan monitoring, pihaknya mengaku menyerahkan hal tersebut sepenuhnya ke Satpol PP BKO Kuta Selatan, perangkat banjar dan desa setempat. Jika masih membandel, maka mereka akan dikenakan sanksi sesuai Undang-undang. Sementara untuk mengurangi bau yang ditimbulkan, diakuinya Camat Kuta Selatan sudah melakukan upaya agar menutup sampah yang menumpuk di lokasi dengan tanah bekas galian Underpass. “Rencanakan itu dilakukan di akhir April ini,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Pengusaha jasa sampah berpotensi gulung tikar, 3000 pelanggan terancam terbengkalai

  • 16/04/2018 pada 7:39 PM
    Permalink

    Halo.
    Saya Mr Rahel Cohran pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman peluang waktu hidup kepada individu, perusahaan bisnis, asuransi, dll. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk berinvestasi atau Anda perlu pinjaman untuk membayar tagihan Anda tidak mencari lebih lanjut seperti kita di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam denominasi mata uang dengan tarif 2% tanpa biaya di muka. Saya ingin menggunakan media besar ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan segala jenis pinjaman untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda.Jika ya kemudian kembali sekarang melalui Email (rahelcohranloan@gmail.com) untuk lebih jelasnya, ANDA SANGAT BERTEMU.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *