Pengungsi Berangsur-angsur Kembali Pulang Kampung

posbali.id

KLUNGKUNG, POS BALI ONLINE – Penurunan status Gunung Agung ke level siaga, membuat banyak pengungsi berangsur-angsur meninggalkan tempat pengungsian untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing. Begitu pula yang terjadi di posko pengungsian yang ada di Banjar Kawan, Desa Pakraman Besang Kawan Tohjiwa, Klungkung.

Pantauan POS BALI di banjar setempat, Minggu (5/11/2017), jumlah pengungsi yang ada di banjar tersebut sudah berkurang. Para pengungsi pun nampak sudah mengemasi barang-barangnya, serta banjar sudah mulai dibersihkan dari segala fasilitas penunjang aktifitas para pengungsi.

Seorang pengungsi di Banjar Kawan, I Made Sadra (54) mengatakan, bahwa sejak tadi pagi (kemarin-red) ada pengungsi yang kembali ke desanya. “ Tadi pagi balik sejumlah 20 KK atau 60an orang. Mereka yang balik itu berasal dari satu desa, terbagi kedalam dua wilayah Tukad Sabuh dan Griyana Kangin,” sebutnya.

Ia mengatakan, pengungsi yang masih ada di tempat pengungsian ada dari Desa Muntig dan Amerta Buana. Menurut rencana sisa pengungsi akan dipulangkan pada esok hari. “Disini masih ada sekitar 44 orang , sisanya ini, direncanakan besok pagi akan dipulangkan, itu untuk yang mengungsi di banjar ini,” kata Sadra.

Sadra mengaku senang sekaligus khawatir bisa kembali ke rumah. Pasalnya, masih ada rasa was-was apabila sewaktu-waktu aktifitas gunung kembali meningkat. “Rasa khawatir masih ada, sebab bisa saja terjadi peningkatan aktifitas lagi, iya kalau pagi atau siang hari. Kalau misalkan pas malam hari, tentu akan sangat meresahkan,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan, masalah pekerjaan turut menjadi beban pikiranya. Sadra yang sebelumnya bekerja sebagai pengerajin sanggah, sejak mengungsi mengaku tidak pernah lagi membuat sanggah. Hal ini membuatnya gelisah, apakah pekerjaannya itu masih bisa dilakukan ditengah keadaan yang tidak menentu. “Memang sejak mengungsi pekerjaan saya sudah macet total. Sekarang yang menjadi pemikiran saya, apakah setelah kembali ke rumah saya bisa bekerja seperti biasa lagi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan I Komang Rai (40). Menurutnya sejak status sudah turun ke level siaga, sudah ada informasi wilayah apa saja yang bisa pulang dan tidak. Seperti di wilayah Desa Amerta Buana, ia katakana Dusun Tegeh dan Sukuluih masih ditetapkan di pengungsian. “Menurut informasi diluar wilayah KRB 3 bisa kembali ke desa masing-masing. Kalau desa saya ada di KRB 2, tetapi hanya sebagian yang bisa pulang, sebagian lagi belum. Dari banjar saya sendiri dikatakan sudah boleh pulang. Tetapi apabila nanti terjadi peningkatan aktifitas lagi di Gunung Agung, diimbau agar segera kembali ke tempat pengungsian lagi,” kata Rai.

Rai mengatakan sisa pengungsi lain di Banjar Kawan sudah pasti akan balik ke desa asal, tapi masih menunggu informasi dari Kepala Lingkungan (Kaling), dan bendesa setempat. “Kami juga selalu menyampaikan informasi sebagaimana adanya kepada Kaling maupun yang lainnya, supaya benar-benar terpercaya. Saya diterima disini dengan baik, pulang juga dengan baik,” harapnya.

Ia berharap, agar kedepannya aktifitas Gunung Agung tidak mengalami peningkatan kembali. Sehingga kehidupannya bisa kembali berjalan seperti sedia kala. “Semoga tidak ada peningkatan aktifitas lagi, sehingga nanti tidak perlu mengungsi lagi. Segala fasilitas umum seperti puskesmas dan sekolah agar dapat berfungsi kembali. Begitu juga, agar saya bisa bekerja sebagai supir truck lagi, karena semenjak mengungsi saya tidak pernah bekerja,” pungkasnya. rah

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *