Pengundian Nomor Urut, Kapolda NTB Sarankan Tak Perlu Pengerahan Massa

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Selasa (13/2), Tahapan Pilkada memasuki masa pengundian nomor urut pasangan calon peserta Pilkada. Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli pun menghimbau agar para pasangan calon tidak perlu mengerahkan massa saat pencabutan nomor urut tersebut.

 

Dalam kunjungannya ke KPU Lobar, Senin (12/2), Kapolda NTB itu meminta agar seluruh pasangan calon baik calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, serta Calon Bupati dan Wakil Bupati maupun calon Walikota dan Wakil Walikota untuk tidak mengerahkan masa. Menurut dia, pengerahan massa itu bukanlah refresentasi mewakili pemilih. “Masih banyak nanti yang akan memilih walaupun tidak datang. Untuk apa mengerahkan massa, mendingan kumpul di posko pemenangan baca yasin, baca do’a supaya calon yang didukung itu menang, itu saja,” sarannya.

 

Dikonfirmasi terkait adanya titik rawan dalam Pilkada di NTB ini, Firli dengan tegas menyatakan bahwa di NTB ini tidak ada yang rawan. Menurutnya, semuanya dalam kondisi aman. Terlebih, kata dia, seluruh calon, baik Calon Gubernur/Wakil Gubernur, maupun Calon Bupati/Wakil Bupati serta Calon Walikota/Wakil Walikota sudah bertemu dengan dirinya beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah, karena ini adalah memilih pemimpin, tentu kita harus bermartabat. Caranya, saling hormati, saling memelihara, serta saling toleransi,” tambahnya.

 

Kapolda NTB itu juga menghimbau agar para calon peserta Pilkada di NTB ini tidak menebar ujaran kebencian, tidak menebar fitnah, tidak menebar brita bohong, termasuk tidak melakukan black campign atau pun negative campign. “Tapi tebarlah senyum, kebaikan, visi misi dan program yang akan membawa kemajuan untuk NTB, Lobar. Nanti kemajuan dari daerah itu akan mengangkat kesejahteraan seluruh NTB. NTB sejahtera, NTB lebih maju, Indonesia sejahtera. Jadi tidak ada yang rawan, saudara semua kok,” pungkasnya kemudian.

 

Senada dengan Kapolda NTB, Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi juga mengharapkan agar pencabutan nomor urut di Bencingah para Paslon tidak terlalu banyak membawa massa. Sesuai ketentuan yang disampaikan KPU Lobar, para Paslon hanya boleh membawa pendukung sebanyak 150 orang. “Undangan 150 orang saja (masing-masing Paslon). Harap tidak terlalu banyak,” tambahnya.

 

Terkait pengamanan pengundian nomor urut, Kapolres Lobar itu mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengamanan secara all out. “Pengamanan besok kita all out, sebanyak 300 personil akan dikerahkan di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar,” sambungnya.

 

Terkait antisipasi adanya pertemuan massa pendukung Paslon, Heri Wahyudi mengatakan pihaknya sudah melakukan simulasi. “Kita setting bagaimana caranya, untuk mengatur pergerakan dari titik awal dari masing-masing calon. Kita mengantisipasi timbulnya gesekan,” pungkasnya kemudian.

 

Sementara itu, Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri mengatakan bahwa pencabutan atau pengundian nomor urut pasangan calon Kepala Daerah Lobar akan dilakukan di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar. Menurut dia, diambilnya Bencingah Agung sebagai lokasi karena daya tampungnya lebih banyak dari pada halaman Kantor KPU Lobar. 033

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *